Round-Up

Massa 1812 Dipaksa Bubar Sebelum Aksi Digelar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 07:22 WIB
Massa aksi 1812 dipukul mundul polisi dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.  Massa kini kocar-kacir ke arah Tanah Abang.
Saat Polisi Pukul Mundur Massa Aksi 1812 dari Kawasan Patung Kuda (Foto: Grandyos Zafna)


Massa Mulai Bergerak dan Berdatangan ke sekitar Istana Merdeka sekitar pukul 13.30 WIB

Massa aksi 1812 mulai bergerak dari Petamburan ke ke arah Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Massa bergerak menggunakan sepeda motor hingga mobil.

Sekitar pukul 13.15 WIB, puluhan anggota memakai seragam Laskar FPI berkumpul di depan Petamburan III, Jakarta Pusat. Selain itu, sejumlah orang terlihat berboncengan sepeda motor menuju Jalan Jati Baru.

Menurut salah satu orang, massa yang berkumpul di Petamburan ini akan menuju Istana Merdeka.

"Iya, ini menuju Istana Merdeka," ujar salah satu massa kepada wartawan di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sementara, polisi meminta massa aksi 1812 di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, membubarkan diri karena situasi masih pandemi. Massa sempat dorong-dorongan dengan polisi.

Polisi meminta agar massa membubarkan diri.

"Kami meminta untuk tidak berkerumun, silakan membubarkan diri Jakarta masih pandemi," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto melalui pengeras suara.

Tak lama kemudian, mobil komando massa aksi bergerak mundur. Sekitar 50 meter mundur, mobil komando kemudian berhenti.

Massa yang berada di mobil komando turun. Pada saat itulah aksi polisi dan massa dorong-dorongan. Massa juga meneriakkan selawat.

Petugas kepolisian dengan tameng berjaga agar massa tidak maju ke depan Gedung Sapta Pesona. Massa diminta mundur ke arah Jalan Budi Kemuliaan.

Polisi Minta Massa Aksi 1812 Bubar

Polisi meminta massa aksi 1812 di Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang menuntut Habib Rizieq Shihab dibebaskan untuk membubarkan diri. Polisi menegaskan akan melakukan tindakan tegas bagi peserta aksi yang melakukan pelanggaran.

Hal tersebut dia sampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto melalui pengeras suara mobil raisa (pengurai massa). Menurut Heru, akan ada tindakan tegas bagi para pelanggar undang-undang.

"Kita bertindak atas nama undang-undang. Bagi yang merasa melanggar undang-undang kami akan lakukan tindakan tegas. Silakan bubarkan diri," ujar Heru di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (18/12/2020).

"Kalo nggak mau bubar, tangkap," tegasnya.

Selanjutnya di halaman berikutnya>>>