Round-Up

JNE Gandeng Hotman Paris Demi Tepis Afiliasi Ormas hingga Danai Teroris

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 07:31 WIB
Hotman Paris ditunjuk jadi pengacara JNE
Foto: Konpers Hotman Paris Hutapea bersama JNE. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Perayaan ulang tahun JNE rupanya tak berjalan 'mulus'. Buntut dari ucapan doa ulang tahun dari beberapa tokoh membuat perusahaan jasa distribusi barang ini dituduh berafiliasi dengan ormas tertentu.

JNE langsung bergerak dengan langkah hukum ketika diterpa isu liar ini. Tak tanggung-tanggung, pengacara kondang Hotman Paris digandeng.

Tagar BoikotJNE sempat menjadi trending topic di Twitter. Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi saat dikonfirmasi mengirimkan sebuah gambar yang bertuliskan jika JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras dan pandangan politik tertentu.

Lewat Hotman Paris, JNE membantah memiliki kaitan dengan gerakan terorisme ataupun kelompok tertentu. Untuk itu, Hotman Paris mengancam akan menempuh upaya somasi dan jika perlu ke jalur hukum.

"Kita akan somasi orang-orang yang berusaha buat fitnah tidak benar dan bila perlu pidana," kata Hotman Paris saat konferensi pers di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).

Dia menantang jika ada yang bisa membuktikan bahwa JNE dikaitkan dengan teroris ataupun kelompok/orang tertentu. Karena itu, Hotman Paris mengatakan tudingan yang dialamatkan kepada JNE adalah fitnah.

Hotman Paris mengatakan berencana melakukan somasi hingga menempuh jalur hukum pidana. Namun saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan setelah upaya hak jawab JNE. Dia memastikan, jika masih ada pihak yang memfitnah JNE, akan ditempuh jalur hukum.

"Sesudah kita jelaskan, masih ada nggak yang kurang ajar, gitu aja, masih ada nggak yang melanggar UU ITE, memfitnah, kalau itu kita akan somasi kita akan pidanakan, tapi sekarang kita imbau jangan, mungkin bisa saja karena kurang mengerti, kurang paham, dengan sekarang kita jelaskan begini," ucap Hotman Paris.

CEO JNE Mohammad Feriadi menegaskan perusahaannya tidak pernah berafiliasi dengan pihak mana pun. Feriadi juga menjelaskan adanya upaya-upaya persaingan bisnis yang tidak sehat di balik 'serangan' ke JNE. Dia mengaitkannya dengan Harbolnas pada 12 Desember lalu.

"Berani demi Allah, JNE organisasi netral, JNE tak afiliasi dengan kelompok atau perorangan mana pun, JNE hanya ingin berbisnis dengan keberkahan," ucap Feriadi.

"Kami lihat itu memanfaatkan momen suhu politik yang memanas, tapi perlu saya sampaikan bulan Desember pada tanggal yaitu pada 12/12, perusahaan logistik akan tinggi-tingginya itu, karena pada tanggal itu ada Harbolnas, maka banyak bisnis online promosi. Kami duga ini ada kaitan persaingan usaha tidak sehat," ujarnya.