Bantah Berafiliasi dengan Ormas Tertentu, JNE Duga Ada Persaingan Bisnis

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 16:51 WIB
Jumpa pers JNE.
Jumpa pers JNE (Alfons/detikcom)
Jakarta -

JNE menjawab sejumlah tuduhan yang menyebut berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan tertentu. Awalnya kuasa hukum JNE, Hotman Paris, mempertanyakan pihak-pihak yang menyebut JNE mendanai teroris karena ramai dibahas di medsos.

"Satu, apakah benar JNE mendanai teroris? Itu tertulis di akun-akun. Kedua, apakah benar JNE terafiliasi ormas yang dapat sorotan," tanya Hotman Paris saat jumpa pers di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).

Selanjutnya Hotman juga mempertanyakan soal kaitan JNE dengan sejumlah tokoh yang diduga berasal dari ormas tersebut. Salah satunya yang disebut adalah Haikal Hassan.

"Ketiga, apakah tokoh organisasi tertentu, tokoh agama tertentu, Haikal Hassan maupun Hanny Kristianto, ada kepemilikan saham dan kepengurusan? Apa kaitannya? Itu tiga pokok penting yang akan dijelaskan," sebut Hotman Paris.

Sementara itu, hal tersebut lalu dijawab oleh CEO JNE Mohammad Feriadi. Feriadi menegaskan JNE tidak pernah berafiliasi dengan pihak mana pun.

"Saya ingin tegaskan JNE adalah organisasi netral, tidak berafiliasi kepada kelompok, organisasi, atau individu apa pun," kata Feriadi.

Kemudian Hotman bertanya kepada Feriadi apakah JNE pernah berafiliasi dengan ormas. Feriadi menjawab tidak pernah berafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu.

"Berani demi Allah, JNE organisasi netral, JNE tak afiliasi dengan kelompok atau perorangan mana pun, JNE hanya ingin berbisnis dengan keberkahan," ucap Feriadi.

Kemudian Feriadi juga menjelaskan adanya upaya-upaya persaingan bisnis yang tidak sehat di balik 'serangan' ke JNE. Dia mengaitkannya dengan Harbolnas pada 12 Desember lalu.

"Kami lihat itu memanfaatkan momen suhu politik yang memanas, tapi perlu saya sampaikan bulan Desember pada tanggal yaitu pada 12/12, perusahaan logistik akan tinggi-tingginya itu, karena pada tanggal itu ada Harbolnas, maka banyak bisnis online promosi. Kami duga ini ada kaitan persaingan usaha tidak sehat," ujarnya.

Seperti diketahui, tagar #BoikotJNE sempat menjadi trending topic di Twitter. Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi saat dimintai konfirmasi mengirimkan sebuah gambar yang bertuliskan bahwa JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu.

"JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu," tulisnya dikutip Jumat (11/12).

(maa/idn)