Haikal Hassan Dikaitkan dengan JNE, Hotman: Bukan Pengurus-Tak Ada Saham

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 17:15 WIB
Hotman Paris ditunjuk jadi pengacara JNE
Jumpa pers JNE di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020). (Matius Alfons/detikcom )
Jakarta -

Kuasa hukum JNE, Hotman Paris, menjelaskan terkait tuduhan yang menyebut Haikal Hassan sebagai salah satu pemegang saham JNE. Tuduhan tersebut muncul setelah ucapan doa ulang tahun dari beberapa tokoh, salah satunya Haikal Hassan. Pihak JNE pun memberikan bantahan.

"Apa pernah direksinya pernah ikut dalam pertemuan untuk bikin demonstrasi? Pernah nggak direksi ikut gerakan-gerakan di Monas atau gerakan apa gitu?" tanya Hotman saat jumpa pers di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).

Pertanyaan itu lalu dijawab oleh VP Marketing JNE Eri Palgunadi, yang menyebut JNE tidak pernah terlibat demonstrasi apa pun. Dia juga memastikan JNE tidak pernah melakukan aktivitas politik.

"Tidak, tidak sama sekali, sama sekali tidak pernah. Tidak terlibat aktivitas politik," ucapnya.

Kemudian Hotman menjelaskan terkait adanya tuduhan yang menyebut Haikal Hassan sebagai salah satu pemegang saham JNE. Berdasarkan penjelasan pihak JNE, Hotman mengatakan Haikal Hassan sama sekali tidak masuk dalam kepengurusan JNE.

"Jadi kesimpulannya Haikal Hassan tidak ada saham satu lembar pun, tidak aktif sebagai pengurus, bahkan tidak aktif dalam kegiatan fisik apa pun di JNE," ujar Hotman.

Lalu Hotman mempertanyakan bagaimana Haikal bisa dikaitkan dengan JNE akhir-akhir ini. Eri menjelaskan Haikal Hassan pernah memberikan ucapan selamat ketika JNE berulang tahun yang ke-30.

"Kita ada acara ulang tahun HUT JNE ke-30. Kita terima ucapan selamat ulang tahun dari semua tokoh, Bapak Haikal Hassan salah satu yang berikan ucapan selamat ulang tahun, tapi ada tokoh-tokoh lain," ujar Eri.

Seperti diketahui beberapa hari lalu, ramai tanda pagar #BoikotJNE gegara doa ulang tahun. Ucapan doa ulang tahun dari beberapa tokoh membuat JNE dituduh berafiliasi dengan ormas tertentu.

Tagar BoikotJNE sempat menjadi trending topic di Twitter. Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi saat dimintai konfirmasi mengirimkan sebuah gambar yang bertuliskan bahwa JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu.

"JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu," tulisnya dikutip Jumat (11/12).

Lihat juga video 'Sindiran Pedas Hotman Paris ke Sosok Tukang Fitnah':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idn)