ADVERTISEMENT

4.000 Kotak Amal di Lampung Dicurigai untuk Danai Terorisme, Ini Saran IK-DMI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 23:49 WIB
Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi teroris (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Polda Lampung menyelidiki informasi soal 4.000 kotak amal disalahgunakan untuk mendanai kegiatan terorisme. Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) Lampung menyatakan prihatin terkait dugaan tersebut.

"Fenomena seperti ini tentu memprihatinkan karena mereka berkamuflase dengan yatim piatu, korban banjir, menyalahgunakan sumbangan kaum duafa atau korban bencana," kata Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) IK-DMI Lampung, Gus Dimyati, kepada wartawan, Sabtu (12/11/2020).

Gus Dimyati mengaku mendapat informasi ada belasan ribu kotak amal yang diduga disalahgunakan. Namun, dia mengatakan tak ada kotak amal di masjid.

"Pertama, itu kan dirilis Mabes Polri bahwasanya di Sumatera ini ada 13 ribu ya. khusus Lampung ada 4.000 kotak amal diduga terkait pendanaan jaringan teror yang terafiliasi dengan Jateng," Gus Dimyati.

"Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk sementara ini dan semoga tak berubah, tak ada di lingkungan masjid atau musala," sambungnya.

Dia mengatakan kotak amal yang dicurigai disalahgunakan ialah yang berada di toko ritel, toko kelontong, dan rumah makan-rumah makan. Dia berharap ada upaya pencegahan terkait potensi penyelewengan dana sumbangan dari masyarakat tersebut.

Gus Dimyati berharap pemerintah daerah (pemda) dari tingkat provinsi hingga desa membuat ketentuan umum terkait dana sumbangan. Dia mengatakan untuk menghindari gejolak di masyarakat, pemda harus menggandeng penyuluh agama Islam yang berada di bawah Kemenag Kanwil Lampung.

"Kalau diberdayakan agar terjadi sinergi, insyaallah akan ringan dan tak terjadi resistensi. Karena yang memantau penyuluh agama Islam dan kiai," kata dia.

Sebelumnya, Polda Lampung mendalami informasi soal adanya ribuan kotak amal yang disalahgunakan untuk mendukung kegiatan terorisme. Polda Lampung akan bekerja sama dengan pemda untuk mengantisipasi penyalahgunaan tersebut.

"Info itu kita jadikan referensi untuk lakukan pembinaan dan monitoring kelompok-kelompok yang ada di sini. Kita akan kerja sama dengan pemda dan stakeholder lain untuk bersama menangani hal semacam ini dan jenis-jenisnya ke depan," kata Direktur Intelkam Polda Lampung Kombes Amran Ampulembang kepada wartawan, Sabtu (12/12).

Dia mengatakan polisi akan berkoordinasi dari tingkat pemprov hingga tataran aparat desa. Pemda dan polisi akan mengantisipasi timbulnya gerakan-gerakan terorisme dan radikalisme.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT