Densus 88 Dalami Modus Pendanaan Teroris Via Kotak Amal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 14:57 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono (Rahel-detikcom)
Brigjen Argo Yuwono (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Polri menyampaikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akan mendalami modus pendanaan teroris yang diperoleh dari kotak amal. Nantinya, Densus 88 akan bekerja sama dengan tim penyidik.

"Tentunya nanti dari Densus 88 nanti akan kolaborasi dengan penyidik akan melihat. Artinya bahwa yang ditemukan atau barang bukti yang ada di sana nanti kita kembangkan kita evaluasi seperti apa sih modus-modus yang dilakukan, banyak sekali modus yang digunakan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).

Argo menuturkan Densus 88 akan mempelajari dan menelusuri jaringan teroris mana saja yang menggunakan modus dana kotak amal ini. Hasil pendalaman akan dievaluasi sesuai dengan fakta yang terjadi.

"Nanti akan bisa dipelajari Densus, nanti kalau ada modus seperti ini ada jaringan siapa dan sebagainya nanti Densus yang akan dalami dan kemudian penyidik Densus yang akan mengevaluasi dari pada kejadian yang ada," ujarnya.

Untuk diketahui, fakta soal pendanaan teroris berasal dari kotak amal itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono pada Senin (30/11). Dana yang salah satunya berasal dari kotak amal itu digunakan untuk memberangkatkan teroris ke Suriah, gaji anggota Jemaah Islamiyah, dan membeli alat-alat teror.

"Polri juga menemukan bahwa JI memiliki sejumlah dukungan dana yang besar di mana dana ini bersumber dari Badan Usaha milik perorangan, atau milik anggota JI sendiri dan penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan terletak di minimarket yang ada di beberapa wilayah di Indonesia," kata Awi, Senin (30/11).

"Dana-dana ini digunakan oleh JI untuk operasi memberangkatkan para teroris ke Syiria dalam rangka pelatihan militer dan taktik terror, gaji rutin para pimpinan Markaziyah JI serta pembelian persenjataan dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliyah/jihad organisasi JI," urainya.

(isa/isa)