Round-Up

Wanti-wanti Senayan Soroti Kotak Amal Dipakai Teroris untuk Pendanaan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 04:45 WIB
Gedung DPR
Foto: Gedung DPR/MPR (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) memanfaatkan kotak amal untuk mendanai kegiatan teror mereka. Para politisi di Senayan menyoroti hal ini.

"Tergantung pada sisi mana dan siapa yang memandangnya. Mungkin bagi terorisme, kotak amal bisa saja dianggap dia untuk membantu tindakan terorisnya," kata Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Anggota Komisi I DPR RI memang melihat ada dua sisi dalam menilai penyalahgunaan dana kotak amal untuk terorisme. Namun Tamliha menegaskan tetap saja pemahaman penggunaan dana kotak amal untuk terorisme oleh Jamaah Islamiyah atau JI jelas keliru.

"Inilah pemahaman agama yang keliru sehingga perlu diberikan pemahaman agama yang kaffah (menyeluruh)," ujarnya.

Sementara itu, Waketum Partai Demokrat, Benny K Harman meminta negara menertibkan kotak amal agar tidak disalahgunakan. Anggota Komisi III DPR RI ini menyoroti perlunya sertifikasi hingga badan hukum dari keberadaan dana sosial.

"Menurut saya, negara harus tertibkan kotak-kotak amal agar tidak disalahgunakan. Lembaga-lembaga yang selama ini menghimpun dana dari masyarakat atas nama dana sosial harus diberi sertifikasi, badan hukumnya, tujuan berdirinya, dan penggunaan dana hasil donasi masyarakat harus jelas pertanggungjawabannya," ucap Benny kepada wartawan.

Di sisi lain, Benny menyoroti kebenaran dari informasi mengenai JI yang menyalahgunakan dana kotak amal. Ia mempertanyakan apakah informasi itu hanya stigma semata yang dibentuk aparat kepolisian.

"Makanya, saya tanya, bagaimana tahunya dana amal sosial itu dipakai untuk kepentingan ISIS? Apa ini bukan stigma yang dibangun polisi untuk mobilisasi dukungan terhadap langkah yang polisi lalukan?," ujar Benny.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3