Round-Up

Ragam Aksi Calon Kepala Daerah Nyoblos di Tengah Pandemi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 22:23 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Pilkada Serentak 2020 resmi digelar 9 Desember 2020. Sejumlah calon kepala daerah memberikan suara, lalu menggaungkan semangat kemenangan.

Satu per satu calon kepala daerah menyambangi tempat pemungutan suara (TPS) di area kediaman mereka.

Protokol kesehatan yang ketat juga diterapkan di TPS saat pilkada yang digelar di tengah pandemi ini.

Berikut ragam aksi calon kepala daerah nyoblos di tengah pandemi:

Cawalkot Depok Idris: Jangan Berandai-andai Kalah

Calon Wali Kota Depok nomor urut 2 Mohammad Idris datang untuk melakukan pencoblosan. Dalam Pilwalkot Depok ini, Idris berpasangan dengan Imam Budi Hartono. Mereka berkompetisi dengan pasangan lainnya, yakni Pradi Supriatna dan Afifah Alia.

Pantauan detikcom, Idris dan istrinya, Elly Farida, datang ke TPS 14 Jatimulya, Jalan Arido, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Rabu (9/12/2020) pukul 08.34 WIB.

Idris dan istrinya datang berjalan kaki dengan memakai face shield dan masker.

Ketika mereka datang, petugas TPS langsung meminta Idris mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, suhu tubuh Idris dicek dengan thermo gun. Idris dan istrinya pun diberi sarung tangan plastik.

Idris mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum pencoblosan. Dia hanya mengatakan makan masakan istrinya sebelum datang ke TPS.

Dia dan Elly lalu masuk ke TPS dan memberikan kertas suara ke meja pendaftaran. Setelah itu, nama Idris dipanggil petugas TPS untuk melakukan pencoblosan.

"Nggak ada yang bolong, ya," jelas Idris sambil mengangkat kertas suara.

Idris dan istrinya lalu mengarah ke bilik suara untuk memberikan hak suara. Setelah itu, mereka berdua memasukkan kertas suaranya ke kotak kardus KPU yang telah disediakan. Setelah memberikan hak suara, Idris keluar dari TPS.

Setelah nyoblos, cawalkot petahana tersebut tak ingin berandai-andai kalah dalam Pilkada 2020 ini. "Yang bilang kalah siapa? Jangan berandai-andai, kita dalam pertandingan, kita maraton, nih. Dikit lagi finis," kata Idris.

Idris mengaku siap menang dalam pilkada. Dia pun mengibaratkan Pilkada 2020 ini sebagai 'medan perang'.

"Kita harus optimis menang, berapa pun dan bagaimanapun, kita harus yakin menang. Jadi semua sampai garis finis nanti dengan pengumuman dan penetapan dari penyelenggara pilkada, ya itulah yang kita katakan sebagai sebuah sikap tawakal. Jadi tidak berandai-andai lagi," terangnya.

"Kalau optimis, ini kan ibarat saya kita masih dalam sebuah pertandingan, ya. Kalau dalam sebuah pertandingan kita tetap harus optimis. Kalau kita mau ilustrasikan seperti kita dalam 'perang', komandan nggak boleh mengatakan, 'Oi... kalian siap kalah atau tidak'. Itu tidak boleh, tapi 'maju terus, semangat, pantang mundur!' harusnya begitu," lanjutnya.

Cawalkot Depok Pradi Janji Fokus Tangani Pandemi

Calon Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna, mencoblos di TPS 15, Depok. Pradi datang bersama sang istri dan kedua anaknya, tapi sang istri tidak mencoblos.

Pantauan detikcom di TPS 15 Jalan Mani Nomin, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020), Pradi tiba pada pukul 09.28 WIB. Dia terlihat mengenakan baju putih dan celana hitam. Pradi lalu menyapa warga di sekitar TPS.

Pradi kemudian masuk ke TPS 15 beserta kedua anaknya yang juga mengenakan baju putih. Sang istri hanya terlihat menunggu dan tidak ikut memilih karena berprofesi sebagai anggota Polri.

Pradi terlihat sudah mengenakan sarung tangan sehingga tidak mencuci tangan. Pradi pun langsung dicek suhu tubuh oleh petugas.

Pradi pun langsung dipersilakan masuk ke TPS dan menaruh surat undangan di tempat pendaftaran. Ia pun terlihat menunggu di bangku merah untuk menunggu giliran masuk ke bilik suara.

Selang 2 menit saja, Pradi sudah mulai bisa masuk ke bilik. Sebelum mencoblos, dia sempat memamerkan kertas suara.

Hanya berkisar 5 menit, Pradi selesai mencoblos. Ia pun langsung membawa surat suara ke kotak suara. Setelah itu, ia mencelupkan kelingkingnya ke tinta sebagai pertanda telah mencoblos.

Pradi berjanji akan fokus menangani pandemi COVID-19 jika terpilih nanti. Pradi menyebut hal ini dilakukan agar tak muncul klaster baru di Kota Depok.

"Karena memang masih pandemi Corona, COVID kami akan concern dulu masalah ini, karena ini penting sekali bagaimana kita jangan sampai ada tumbuh klaster-klaster baru," kata Pradi.

Pradi mengatakan pihaknya juga akan berjanji menangani pasien Corona dengan cepat. Dia menyebut akan fokus di beberapa rumah sakit dan akan memantau pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3