Unggul Versi Quick Count, Gibran Evaluasi Hasil Tak Capai Target

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 17:50 WIB
Paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa saat jumpa pers di kantor DPC PDIP Solo, Rabu (9/12/2020). Dari survei internal partai, Gibran-Teguh unggul dengan angka 83,4 persen.
Paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa saat jumpa pers di kantor DPC PDIP Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Pasangan calon (paslon) Pilkada Solo nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa unggul di hasil quick count internal PDIP Solo. Namun, hasil tersebut ternyata masih di bawah target sebesar 92 persen.

Dari hasil survei tersebut, Gibran unggul sementara dengan 83,42 persen. Sementara lawan mereka Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) memperoleh 16,58 persen.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan saksi tim Gibran-Teguh di 930 TPS dari total 1.231 TPS atau sekitar 75 persen data masuk.

"Biasanya kalau data masuk sudah 60 persen, pergeserannya tak banyak. Kita berada 83,42 persen," kata Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan dalam jumpa pers di kantor DPC PDIP Solo, Rabu (9/12/2020).

Meski begitu, Gibran mengakui jumlah tersebut berada di bawah target tim, yaitu 92 persen. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi terkait pencapaian hasil Pilkada Solo tersebut.

"Tentu kita akan melakukan evaluasi, apa penyebabnya. Tetapi apa pun itu, Pilkada ini tidak seperti biasa. Kita lakukan Pilkada di tengah pandemi," kata Gibran di lokasi yang sama.

Gibran menegaskan dirinya tidak terlalu mementingkan angka tersebut. Dia pun gembira Pilkada Solo berlangsung dengan lancar.

"Angka-angka itu belakangan. Prioritas kami adalah Pilkada bisa berjalan aman, nyaman dan lancar, masyarakatnya sehat. Tadi saya cek beberapa TPS sudah melakukan protokol kesehatan ketat," ucap Gibran.

Gibran memastikan dirinya tidak akan menggelar selebrasi kemenangan. Dia pun mengimbau masyarakat untuk menantikan hasil resmi dari KPU.

"Tidak ada selebrasi apa-apa. Selama masih pandemi kita tidak ada selebrasi. Kita tunggu dulu perhitungan suara yang resmi," katanya.

(ams/sip)