Round-up

Vaksinasi Memburu tapi Tetap Jangan Terburu-buru

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 05:15 WIB
Vaksin Corona dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Kini vaksin tersebut disimpan di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.
Foto: Vaksin Sinovac (Istimewa/presiden.go.id)
Jakarta -

Datangnya 1,2 juta vaksin Sinovac dari China dianggap sebagai angin segar dalam upaya penanganan pandemi virus COVID-19 di Indonesia. Meski demikian, pemerintah juga diminta tak buru-buru melakukan vaksinasi. Pemerintah diharapkan menunggu kajian dari BPOM sebelum proses vaksinasi.

Vaksin Sinovac ini tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 21.30 WIB. Vaksin Sinovac ini sudah melalui tahap uji klinis di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan akan ada sekitar 1,8 dosis lagi yang akan tiba pada awal Januari 2021. Jokowi menyampaikan pemerintah juga akan mendatangkan bahan baku vaksin yang masih mentah.

Diperkirakan bahan baku curah itu tiba di RI pada pertengahan bulan ini sebanyak 15 juta, dan Januari 2021 sebanyak 30 juta.

"Selain vaksin dalam bentuk jadi, dalam bulan ini juga kana tiba 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh bio farma," ujarnya, Minggu (6/12/2020).

Vaksin Sinovac yang sudah tiba di Indonesia itu belum bisa langsung di distribusikan. Jokowi mengatakan vaksin yang tiba harus melalui tahan di BPOM sebelum dilakukan vaksinasi.

"Untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Jokowi.

Ada beberapa tahap prosedur yang harus diikuti sebelum dimulainya vaksinasi. Pertama pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin hingga hasil uji klinis tahap III vaksin tersebut.

"Pertimbangan ilmiah, hasil uji klinis ini akan menentukan kapan vaksinasi bisa dimulai," jelas Jokowi.

Sementara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menambahkan tenaga kesehatan akan mendapatkan vaksin itu terlebih dahulu. Terawan menjelaskan Kemenkes telah menyiapkan data sasaran per kabupaten/kota.

"Untuk vaksin kiriman pertama ini yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Terawan melalui siaran live streaming lewat kanal YouTube Kemkominfo TV, Senin (7/12/2020).

Sejumlah kalangan juga berharap pemerintah benar-benar melakukan uji vaksin secara tepat terlebih dahulu. Mereka juga meminta BPOM tak buru-buru mengeluarkan izin sebelum kualitas vaksin tersebut dipastikan aman dan teruji.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya>>>