Polisi: Azan 'Jihad' Timbulkan Kegaduhan, Seolah Indonesia Sedang Perang

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 20:30 WIB
Polda Metro tangkap penyebar video azan jihad yang viral di medsos.
Polda Metro tangkap penyebar video azan jihad yang viral di medsos. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyebut video azan yang diselipkan lafaz 'hayya alal jihad' telah menimbulkan kegaduhan. Kalimat azan diubah 'hayya alal jihad' seolah menggambarkan Indonesia sedang berperang melawan musuh.

"Akun @hashophasan telah menggunggah video yang sedang mengumandangkan azan, namun pada kalimatnya itu ada yang diubah yang kemudian didengar orang masyarakat Indonesia dapat menimbulkan provokasi seolah-olah Indonesia sedang berjihad bertarung lawan musuh," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Yusri mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kominfo untuk menurunkan video-video azan 'jihad' yang beredar viral di media sosial. Pihak kepolisian meminta Kominfo untuk menurunkan video azan 'jihad' tersebut karena dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Karena ini bisa mengganggu dan menimbulkan kegaduhan, provokasi yang sifatnya SARA. Ini yang masih kita lakukan koordinasi yang baik dengan Kominfo dan Dittipidsiber," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap pria inisial H (32) karena telah menyebarkan video azan 'jihad'. Polisi menyebut H mendapatkan video tersebut dari sebuah grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

"Modusnya memang masuk ke grup WhatApp FMCO News kemudian dia menemukan unggahan video yang ada di grup tersebut dan dia menyebarkan secara masif dan pertama," ungkap Yusri.

Menurut Yusri, tersangka H menyebarkan video tersebut lewat akun Instagram pribadinya, @hashophasan. Yusri menyebut motif pelaku kini masih didalami.

"Motifnya dia hanya untuk menyebarkan saja karena kami masih dalami apa grup itu. Kami masih dalami apa grup itu kemudian apa perannya di grup itu maksud dan tujuan dia menyebarkan secara masif untuk apa ini masih kita dalami,"sebut Yusri.

Polisi selidiki grup WA FMCO News, simak di halaman selanjutnya.