Round-Up

Pro Kontra Muncul Imbas Arahan Libur Panjang Dipangkas

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 21:31 WIB
Bali jadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun. Salah satu kawasan yang ramai didatangi wisatawan adalah Nusa Penida
Ilustrasi tempat wisata ramai dikunjungi pengunjung saat liburan (Foto: Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan khusus agar libur panjang akhir Desember 2020 dikurangi. Keputusan Jokowi itu menuai kontroversi.

Libur panjang kerap berujung pada bertambahnya klaster baru virus Corona(COVID-19), seperti yang terjadi pada libur panjang Agustus 2020 yang menimbulkan lonjakan pasien Corona. Bahkan rumah sakit di Jakarta sempat hampir defisit bed perawatan bagi pasien Corona.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyatakan perlu ada pembahasan khusus mengenai libur panjang akhir tahun 2020.

"Secara khusus akan kita bicarakan mengenai libur panjang yang nanti akan ada di bulan Desember," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).

Usai rapat khusus itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan Jokowi meminta ada pengurangan hari libur pada akhir tahun ini.

"Yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Muhadjir.

Muhadjir menyebut Jokowi memerintahkan adanya rapat koordinasi Kemenko PMK dengan pihak terkait mengenai libur akhir tahun. Jokowi meminta rapat koordinasi itu dilakukan segera.

Keputusan Jokowi itu menuai pro kontra dari sejumlah kalangan. Muncul suara beragam dari para anggota DPR hingga pakar epidemiologi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4