Diatur 'Jenderal Y' dari Lapas, Pabrik Sabu di Lotim Dikelola 'Ustaz'

Faruk - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 15:57 WIB
Ilustrasi sabu (Sitti Harlina/detikcom)
Ilustrasi Sabu (Sitti Harlina/detikcom)
Mataram -

Pabrik sabu rumahan yang digerebek Ditresnarkoba Polda NTB di Lombok Timur diduga dikendalikan narapidana yang masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas). Disebutkan, napi yang dikenal dengan sebutan Jenderal Yusuf memberikan bahan-bahan ke pabrik sabu itu.

Hal ini didasari oleh pengakuan pelaku yang ditangkap, yakni Ustaz Chen. Dalam kasus ini, Ustaz Chen menyediakan rumahnya sebagai pabrik pembuatan sabu.

"Kami tanya ustaz itu sudah berapa lama, dia jawab sudah dua bulan. Bahannya dari mana, dari napi Lapas Kelas II Mataram atas nama Yusuf," ungkap Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB AKP I Made Yogi Purusa Utama kepada detikcom, Senin (23/11/2020).

Dalam rekam jejaknya, Jenderal Yusuf merupakan napi kasus narkoba yang ditahan di Lapas Kelas II Mataram dengan masa tahanan 8 tahun penjara.

"Dia ditahan karena kasus narkoba dengan hukuman 8 tahun 4 bulan dan baru menjalani 4 tahun. Masuk sekitar tahun 2016," tuturnya.

Napi Jenderal Yusuf itu disebut mendatangkan bahan baku sabu dari Malaysia dengan membeli seharga Rp 200 juta. Dari Malaysia dibawa oleh kurir.

Yogi mengatakan Ustaz Chen dijanjikan upah Rp 100 juta untuk setiap kali pembuatan sabu di rumahnya oleh Jenderal Yusuf.

"Dia dijanjikan Rp 100 juta oleh Jenderal Yusuf, tapi kita belum tahu fluktuasi pembuatannya seminggu atau dua minggu sekali kita belum tahu," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ditresnarkoba Polda NTB menggerebek sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika jenis sabu. Sebanyak 10 tersangka, termasuk pemilik pabrik narkotika, berhasil diamankan.

Selanjutnya
Halaman
1 2