Kasus Kirim Sabu dalam Cup Mi ke Lapas Mataram, Pengirim-Penerima Dicari

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 18:30 WIB
Jakarta -

Polisi menelusuri kasus pengiriman sabu dalam kemasan cup mi instan ke Lapas Kelas IIA Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi mencari pengirim dan penerima paket sabu tersebut.

"Ya (pihak pengirim dan penerima) diselidiki. (Kasusnya) Masih kita dalami, kalau sudah terungkap semua kita buka. Kita masih lakukan pengejaran karena buktinya ada," kata Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat Iptu Faisal Afrihadi saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Dia mengatakan penyidik akan membongkar sindikat ini. Pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu ini akan turut dicari.

"Kita coba membongkar sindikat ini, jaringannya gimana," katanya.

Dia mengatakan pria berjaket ojek online (ojol) yang mengantar paket tersebut tidak terlibat atas pengiriman sabu tersebut. Pria berjaket ojol tersebut kini membantu petugas untuk mengungkap kasus upaya penyelundupan ke dalam lapas tersebut.

Foto: Petugas Lapas Kelas IIA Mataram menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dibawa seseorang yang berpenampilan bak pengendara ojol (dok Ditjen Pas)Foto: Petugas Lapas Kelas IIA Mataram menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dibawa seseorang yang berpenampilan bak pengendara ojol (dok Ditjen Pas)

"Dia memang murni ojol. Tapi mereka masih membantu kita di lapangan untuk menyelidiki pengirim. Anggota masih di lapangan," ujar dia.

Faisal mengatakan paket sabu tersebut dikirim dari luar Lombok Barat. Selain pemeriksaan saksi-saksi, polisi juga mengungkap kasus ini lewat CCTV hingga data yang tersimpan di data aplikasi jasa pengiriman lewat aplikasi ojol tersebut.

"Kami masih mendalami di lapangan, bisa CCTV, bisa saksi-saksi, bisa pengenalan wajah, dan lainnya," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, petugas Lapas Kelas IIA Mataram menggagalkan upaya penyelundupan sabu. Sabu tersebut berupaya diselundupkan seorang yang berpenampilan bak pengendara ojol.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Barat, Dwi Nastiti, mengatakan petugas menggagalkan upaya penyelundupan sabu berawal dari kecurigaan.

Selanjutnya
Halaman
1 2