Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 07 Jan 2026 00:09 WIB
Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru
Parlemen Venezuela Dilantik, Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara. (Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
Jakarta -

Rusia menyambut baik pengangkatan Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang kini menjadi presiden sementara Venezuela. Rusia menganggap langkah itu sebagai upaya memastikan perdamaian dan stabilitas usai penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dilansir Reuters, Selasa (6/1/2025), pemerintah Rusia menyebut Venezuela tengah menghadapi ancaman neokolonial yang terang-terangan dan agresi bersenjata asing. Pernyataan itu tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung.

"Kami dengan tegas menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Rusia menegaskan solidaritas kepada pemerintah Venezuela. Ditegaskan pula dalam pernyataan itu bahwa Moskow akan terus memberikan dukungan yang diperlukan.

ADVERTISEMENT

"Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela," kata pernyataan Rusia.

Diketahui Presiden AS Donald Trump mengirim pasukan khusus untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke AS pada Sabtu (3/1) dini hari. Maduro sendiri telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika dan bersikeras bahwa ia tetap menjadi pemimpin yang sah di negara itu.

Maduro adalah sekutu dekat Rusia kedua yang digulingkan dalam waktu kurang lebih setahun, setelah penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Presiden Vladimir Putin, yang telah berhati-hati untuk tidak mengkritik Trump sejak kembali ke Gedung Putih setahun yang lalu, ingin memperbaiki hubungan bilateral dan menghidupkan kembali hubungan ekonomi antara kedua negara mereka. Putin belum berkomentar tentang penggulingan Maduro oleh Trump.

(fca/ygs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads