ADVERTISEMENT

Alasan Lapan Tak Tindak Lanjuti Meteorit di Tapteng: Bukan Hal Istimewa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 15:49 WIB
Seorang warga di Dusun Sitambarat, Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membuat heboh karena menyebut rumahnya ditiban meteor. Buktinya adalah atap rumah bolong dan sebongkah batu.
Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom

Josua mengaku menjual meteorit yang menimpa rumahnya seharga Rp 200 juta. Batu dari langit itu dijual Josua kepada seorang warga negara asing (WNA).

Sebelum menjual batu itu, Josua mengaku sempat menunggu pihak Lapan datang setelah rumahnya kejatuhan meteorit. Setelah 2 pekan pihak Lapan tak datang, Josua memutuskan menjual meteorit tersebut.

"Belum ada yang datang. Kita tunggu-tunggu itu berapa minggu. Tanggal 17 (Agustus 2020) kan batunya dijual, sampai tanggal 16 (Agustus) kita tunggu, nggak ada responsnya ya sudahlah daripada habis batunya dimainin sama anak ke depan rumah, dilempar-lempar. Daripada hilang, dijuallah," ucap Josua saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Selang beberapa hari, Josua terkejut ketika media Inggris menyebutnya sebagai orang kaya baru setelah batu meteor yang menimpa rumahnya pada Agustus 2020 dihargai 757 pound sterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual-beli online. Artinya, harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta pound sterling atau setara dengan Rp 26 miliar.

Pria berusia 34 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati ini mengaku batu meteor tersebut dijualnya dengan harga Rp 200 juta. Uang itu pun sudah habis dibagi-bagi kepada keluarga, yatim-piatu, gereja, dan perbaikan makam orang tua.

"Uangnya sudah habis, cuma Rp 200 juta," kata Josua sambil tertawa getir kepada Dedi Hermawan, wartawan di Sumatera Utara yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu (18/11) malam.

Berdasarkan laporan BBC News Indonesia, tidak semua batu meteor yang menimpa atap rumah Josua pada 1 Agustus 2020 dijual. Josua menyebut bobot batu meteor yang jatuh menimpa atap rumahnya mencapai 2,2 kilogram, sedangkan yang dijual hanya 1.800 gram. Sisanya, menurut Josua, telah dibagi-bagikan ke sanak keluarga.

"Saya sendiri dapat 5 gram, selebihnya saya bagi-bagi ke sanak keluarga. Ada yang dibuat batu cincin," jelasnya.

Joshua berjanji tidak akan menjual sisa batu meteor yang dimilikinya itu, meski harga di pasar internasional cukup mahal.


(idn/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT