Josua Ngaku Sempat Tunggu Lapan Sebelum Jual Meteorit Rp 200 Juta

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 12:02 WIB
Kisah Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara: Saya jual Rp200 juta, ternyata harganya Rp26 miliar
Josua dan meteorit yang menimpa rumahnya (BBC Magazine)
Tapanuli Tengah -

Warga Tapanuli Tengah, Josua Hutagalung, mengaku sempat menunggu pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) datang setelah rumahnya kejatuhan meteorit. Setelah 2 pekan pihak Lapan tak datang, Josua memutuskan menjual meteorit tersebut.

"Belum ada yang datang. Kita tunggu-tunggu itu berapa minggu. Tanggal 17 (Agustus 2020) kan batunya dijual, sampai tanggal 16 (Agustus) kita tunggu, nggak ada responsnya ya sudahlah daripada habis batunya dimainin sama anak ke depan rumah, dilempar-lempar. Daripada hilang, dijual lah," ucap Josua saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Dia mengatakan pihak kecamatan setempat pernah datang ke rumahnya setelah meteorit tersebut jatuh. Namun, kata Josua, pihak kecamatan hanya menyarankan untuk menunggu pihak yang paham soal meteorit.

"Ada yang datang, dari pihak kecamatan sini katanya tunggu lah pihak terkait. Kita tunggu pihak terkait, nggak ada yang datang," tuturnya.

Sebelumnya, batu meteorit tersebut jatuh menimpa rumah Josua di Kolang, Tapanuli Tengah, Sabtu (1/8) sore. Saat itu, Josua mengaku mendengar suara riuh dari langit.

Dia kemudian mendengar suara dentuman keras. Saat dicek, atap rumahnya antara ruang tengah dan dapur sudah bolong.

Dia juga menemukan tanah di rumahnya sudah berlubang sekitar 15 cm. Tanah di sekitar lubang itu terlihat mengering. Josua mengatakan batu meteorit itu awalnya terasa panas saat baru ditemukan.

Lihat juga video 'Detik-detik Benda Diduga Meteor Melintas di Langit Pennsylvania AS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2