Polri Operasi Lilin-Petakan Daerah Macet di Libur Natal-Tahun Baru

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 20:28 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono
Awi Setiyono (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Polri akan menggelar operasi lilin selama lima belas hari di momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021. Selain melakukan operasi lilin, Polri akan memetakan daerah-daerah yang berpotensi rawan macet.

"Bawasannya, kewilayahan telah dilakukan warning, rencana nanti untuk liburan akhir tahun seperti biasa, Polri akan melaksanakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Lilin 2020 yang digelar selama 15 hari, dari tanggal 21 Desember sampai 4 Januari 2021," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2020).

"Tentunya hal tersebut dengan warning tersebut, kewilayahan diperintahkan untuk melakukan mapping, pemetaan terkait daerah-daerah rawan," lanjutnya.

Awi menuturkan pemetaan dilakukan mengingat akan ada kegiatan keagamaan saat libur Natal. Awi menyebut pemetaan kemacetan akan dilakukan oleh personel di setiap daerah untuk melihat wilayah mana saja yang berpotensi rawan macet dan kecelakaan.

"Karena ini liburan panjang, kemudian ada kegiatan agama di sana, kegiatan akhir tahun. Tentunya nanti kewilayahan akan memetakan daerah-daerah mana sebagai jalur utama mudik, jalur alternatif, berapa titik harus dilakukan pos pengamanan, beberapa anggota harus digelar di sana, berapa pos pelayanan terpadu. Itu semua digelar di sana, termasuk daerah-daerah mana yang rawan macet, rawan laka, rawan bencana itu akan di-mapping dan menjadi atensi dari kepolisan terkait pengamanan operasi lilin tersebut," imbuhnya.

Untuk diketahui, masyarakat sebentar lagi bakal menyambut libur Natal dan akhir tahun. Satgas COVID-19 sudah menyiapkan rencana pencegahan penyebaran virus Corona.

"Satgas telah merencanakan antisipasi libur panjang yang sama sebagaimana libur panjang yang lalu, yaitu tanggal 28 Oktober sampai 1 November," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers yang ditayangkan di YouTube, Kamis (12/11).

Satgas COVID-19 juga bakal berkoordinasi secara rutin dengan satgas di daerah-daerah, termasuk kementerian lembaga untuk ikut serta mengantisipasi penularan Corona saat libur panjang. Dia mengimbau masyarakat agar tidak datang ke destinasi wisata yang berpotensi kerumunan.

"Masyarakat agar tak memanfaatkan libur panjang tanpa meningkatkan risiko penularan COVID-19 masyarakat harus bisa lebih cerdas dan memilah dengan baik destinasi liburan, jangan berkerumun dan mendatangi tempat dengan potensi kerumunan," katanya.

Pemerintah juga sudah mengatur cuti bersama dan liburan tahun 2020 di dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pada April 2020, pemerintah memutuskan untuk menggeser jadwal cuti bersama tersebut ke akhir tahun.

Alasannya, karena adanya pandemi, sehingga masyarakat diimbau tidak melaksanakan mudik. Adapun cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dipindahkan ke 28-31 Desember 2020.

- Kamis, 24 Desember 2020, cuti bersama Natal 2020
- Jumat, 25 Desember 2020, hari libur nasional Natal 2020
- Senin, 28 Desember 2020, cuti bersama pengganti Idul Fitri 1441 Hijriah
- Selasa, 29 Desember 2020, cuti bersama pengganti Idul Fitri 1441 Hijriah
- Rabu, 30 Desember 2020, cuti bersama pengganti Idul Fitri 1441 Hijriah
- Kamis, 31 Desember 2020, cuti bersama pengganti Idul Fitri 1441 Hijriah

Pergeseran cuti bersama di akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan bahwa COVID 19 insyaallah telah tertangani dengan baik. Selain itu, akhir tahun anak-anak libur sekolah. Keluarga juga punya waktu cukup untuk merencanakan liburannya.

(gbr/gbr)