Satgas Minta Pemda Rekayasa Tempat Pengungsian Minimalkan COVID-19

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 18:14 WIB
Ilustrasi Corona
Foto Ilustrasi Corona
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah menyiapkan tempat pengungsian bagi daerah yang rawan bencana. Tempat pengungsian itu harus dikondisikan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Pastikan lokasi pengungsian yang akan digunakan dapat meminimalkan risiko penularan COVID-19. Terkait hal tersebut Satgas berharap tempat-tempat pengungsian dapat di rekayasa dengan baik agar selalu dalam keadaan layak dan bersih sehingga dapat mengurangi potensi penularan COVID-19 dan penyakit-penyakit lainnya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam YouTube Setpres, Selasa (17/11/2020).

Selain itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan testing dan tracing warga yang berada di tempat pengungsian. Oleh karena itu, dia meminta supaya pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinkes setempat untuk menangani COVID-19.

"Pemerintah daerah juga harus melakukan monitoring yang ketat, termasuk testing dan tracing, di lokasi pengungsian harus ada sinergi antara pemda," kata Wiku.

Ia meminta pemda bekerja sama dengan TNI, Polri, dan masyarakat untuk menghindari terjadinya klaster di daerah pengungsian. Selain itu, bagi daerah yang rawan bencana diminta berkomunikasi dengan BNPB setempat untuk mengadakan peralatan yang menunjang di tempat pengungsian tersebut.

"Mohon bagi daerah yang rawan bencana tersebut agar segera menghubungi BNPB, atau BPBD di daerah untuk mempersiapkan dan mengadakan segera perangkat, peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan," ujarnya.

Ia menambahkan warga diimbau menghindari lokasi pengungsian di tenda jika tidak terpaksa. Wiku meminta supaya warga memanfaatkan tempat penginapan yang terdekat sebagai lokasi pengungsian.

Selain itu, di tempat pengungsian harus dipastikan masyarakat mempunyai masker cadangan, hand sanitizer, dan alat makan pribadi. Serta tempat evakuasi yang didesain untuk dapat menjaga jarak dan harus selalu ada petugas kesehatan di sekitar pengungsian.

"Kami meminta pemerintah daerah khususnya di daerah rawan bencana untuk segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan. Bagi masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan t3 M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, selama berada d lokasi pengungsian. Ingat protokol kesehatan merupakan langkah penting dalam melindungi diri kita dan orang terdekat dari COVID-19," sambungnya.

Wiku meminta BNPB dan Pemda setempat meningkatkan koordinasi sebagai langkah antisipasi. Selain itu, dia meminta pemerintah daerah menyiapkan contingency plan dan mitigasi bencana yang disesuaikan dengan protokol pandemi COVID-19.

Wiku menyebut secara geologis dan hidrologis Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana alam, baik yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, puting beliung, maupun bencana lainnya, seperti erupsi Gunung Merapi, yang saat ini sedang terjadi. Oleh karena itu, Satgas mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat mewaspadai potensi bencana-bencana tersebut.

"Perlu diingat bahaya bencana alam ini akan dihadapi masyarakat Indonesia di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang cukup menyulitkan dan membawa bahaya tersendiri pada keselamatan masyarakat," ungkapnya.

(yld/gbr)