Round-Up

Aksi Bakar-bakaran Produk Prancis Disorot Senayan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 21:33 WIB
Ormas membeli produk Prancis di minimarket di Menteng, Jakpus, lalu membakarnya
Foto: Ormas membeli produk Prancis di minimarket di Menteng, Jakpus, lalu membakarnya. (Dok. Polres Jakarta Pusat)
Jakarta -

Kelompok massa dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) membakar produk Prancis di Menteng, Jakarta Pusat, sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang menghina Islam. Politisi di DPR angkat suara.

Awalnya, peristiwa itu terjadi pada Selasa 3 November 2020. Kelompok massa GPI yang dipimpin oleh Diko Nugraha dan Sofyan mengunjungi minimarket tersebut di Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.43 WIB.

Di sana, mereka membeli sejumlah produk dari Prancis seperti air mineral, biskuit, dan susu. Sekitar pukul 14.17 WIB, massa kembali ke Posko di Menteng dan membakar produk-produk tersebut.

Di sana, Diko Nugraha dkk melakukan konferensi pers terkait aksi pembakaran produk-produk Prancis. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Macron dan menuntut tiga hal.

Seruan boikot produk Prancis juga bergema lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menganggap Macron tidak menghiraukan dan menggubris peringatan umat Islam sedunia. MUI meneken surat bernomor Kep-1823/DP-MUI/x/2020 itu terkait boikot produk Prancis, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi, tertanggal 30 Oktober 2020.

"Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis serta mengambil kebijakan untuk menarik sementara waktu Duta Besar Republik Indonesia di Paris hingga Presiden Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam sedunia," tulis MUI.

Ada pendapat dari sejumlah anggota dewan yang duduk di Senayan soal aksi ini. Apa kata mereka?