Ular di Budaya Jawa

Keraton Yogya Tepis Tafsiran Ular Melilit di Pilar Tanda Suksesi Sultan

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 13:26 WIB
Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta (Pradita Utama/detikTravel)
Jakarta -

Pakar budaya Jawa dari Universitas Indonesia (UI) menilai peristiwa ular melilit saka guru bangunan di Keraton Yogyakarta sebagai pertanda akan adanya suksesi di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun pihak Keraton menepis dugaan itu.

"Nggak. Menurut saya, itu kejadian biasa, jangan dihubung-hubungkan dengan hal yang aneh-aneh," kata Penghageng Tepas Dwarapura (Humas) Keraton Yogyakarta KRT Jatiningrat, yang biasa disapa sebagai Romo Tirun, kepada detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Justru munculnya ular di saka guru Bangsal Kemagangan kompleks Keraton itu adalah bukti bahwa Keraton Yogyakarta ramah lingkungan. Romo Tirun sendiri mengaku tidak pernah membunuh ular yang menampakkan diri.

"Kejadian di Keraton ada ular itu biasa, karena ularnya banyak. Nggak pernah saya bunuh, paling saya buang, saya pindahkan ke tempat lain saja," kata dia.

Dia menjelaskan, ular jenis sawa emprit (Lycodon capucinus) itu menampakkan diri pada 8 Oktober 2020, harinya adalah Kamis malam. Dalam kalender Jawa, hari berganti ketika matahari sudah terbenam, maka harinya adalah malam Jumat Pon.

"Tanggal 8 Oktober. Itu pas ada acara peringatan haul Sri Sultan Hamengkubuwono IX," kata Romo Tirun.