Penjelasan Eks Anggota DPR Wa Ode soal 'Preman-preman PT MPM'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 17:09 WIB
Wa Ode Nur Zainab
Eks anggota DPR Wa Ode Nur Zainab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Eks anggota DPR Wa Ode Nur Zainab dilaporkan pihak PT Maskapai Perkebunan Moelia (PT MPM) karena menyebut pelaku penyerangan sebagai 'preman-preman PT MPM'. Wa Ode mengaku tidak asal tuduh dan punya bukti kuat bahwa para pelaku bekerja pada PT MPM.

"Saya berani bertaruh bahwa orang-orang yang merusak mobil saya itu adalah dari perusahaan itu. Saya berani bertaruh. Mereka setidak-tidaknya bekerja untuk perusahaan itu. Karena saya sudah punya datanya dan datanya sudah saya sampaikan ke penyidik. Adapun 'MPM' itu apa saya tidak tahu. Karena disebutnya 'MPM'," kata Wa Ode saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/10/2020).

Wa Ode mengatakan tidak mencemarkan nama perusahaan dengan menyebut bahwa para pelaku penyerangan terhadapnya itu bekerja di PT MPM. Wa Ode mengklaim punya bukti-bukti bahwa para pelaku memang bekerja untuk PT MPM.

"Tapi bahwa dia bekerja di situ betul, dia bekerja di PT MPM itu. Saya tidak mencemarkan siapa pun, itu fakta, saya punya nama-namanya, saya punya foto-fotonya, karena saya kan olah TKP juga. Dari malam itu saya sudah mengutus orang saya kemudian besoknya saya olah TKP sendiri. Saya punya datanya. Saya sudah mengambil--ya maaf saja secara hidden--makanya nggak bisa dipublikasikan, tapi saya bisa menyampaikan ke penyidik. Misalnya ada di situ ada saksi, tapi saya ambil rekaman tidak atas izin, kan artinya tidak boleh saya ini (rekam), saya mengambil hanya sebagai informasi, 'oh bahwa ada ini', tapi itu tidak bisa saya publikasikan. Kalau untuk konsumsi saya pribadi, kan tidak masalah," papar Wa Ode.

Sementara itu, saat ditanya soal apa penyebab para pelaku menyerang dirinya, Wa Ode tidak mengetahuinya. Menurutnya, motif penyerangan itu akan terungkap jika polisi sudah menangkap para pelaku tersebut.

"Jadi gini. Saya baru dapat lagi dokumen, saya dikasih teman-teman wartawan juga. Ada satu, ini setelah belakangan, awal-awal saya nggak tahu. Saya tahu bahwa mereka itu bersengketa dengan masyarakat. Salah satunya ada satu pemberian kuasa kepada pengacara di Bandung, itu tanggal 5 Oktober melawan PT MPM itu. Nah, belakangan saya baru tahu. Jadi saya melewati jalan itu kan sekitar tanggal 9, apa karena barang kali mobil saya pelatnya 'D', saya melintas ke situ kan pagi. Saya cuma melihat pemandangan, terus saya balik lagi. Saya diikuti oleh orang-orang itu. Barangkali dipikirnya, 'Ini nih orang-orang yang masalah ama kita nih'. Gitu di pikiran saya, tapi itu subjektivitas saya, penilaian saya. Kalau untuk mengetahui pastinya apa latar belakangnya, harus ditangkap orang itu," jelasnya.

Wa Ode menyayangkan adanya pelaporan dari PT MPM terhadap dirinya yang dalam posisi itu adalah sebagai korban. Wa Ode pun mengajak pihak PT MPM bertemu dengan dirinya untuk membuktikan soal para pelaku tersebut.

"Sekarang nurani dikit sajalah. Tolong, saya ini adalah korban kekerasan brutal yang hampir tidak pernah ada kok kejadian seperti itu. Saya seorang perempuan, mobil saya--untung saya--alhamdulillah tidak ada di dalam mobil. Yang mana kejadian itu saya tiba-tiba didatengin, mobil saya didatangi segerombolan preman bersenjata. Yang ada itu adalah pertarungan antargeng. Lha saya ini siapa? Saya kan hanya masyarakat biasa, kebetulan melintas dan orang-orang itu adalah orang-orang itu orang-orang yang sama, dan mereka bekerja di situ bisa saya buktikan. Gini aja, deh, MPM itu ketemu sama saya, saya buktikan, 'Nih, orang-orangnya' memang dia itu bekerja di MPM, entah dia disuruh oleh orang MPM. Persoalan lain saya tidak tahu, itu harus dibuktikan. Bahwa mereka orang-orang MPM iya," bebernya.

Meski begitu, Wa Ode mengaku siap menghadapi proses hukum atas pelaporan PT MPM terhadapnya. Wa Ode berkeyakinan dirinya tidak melakukan pencemaran nama baik terhadap PT MPM atas dugaannya itu.

Tonton juga video 'Rekaman CCTV Saat Gerombolan Brutal Rusak Mobil Eks Anggota DPR Wa Ode':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2