Buntut Perusakan Mobil di Cianjur, Eks Anggota DPR Wa Ode Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 13:03 WIB
Wa Ode Nur Zainab
Eks anggota DPR Wa Ode Nur Zainab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pelaporan mantan anggota DPR Wa Ode Nur Zainab terkait penyerangan di Polres Cianjur, Jawa Barat, berbuntut panjang. Wa Ode dipolisikan oleh perusahaan PT MPM atas dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong.

Muannas Alaidid selaku kuasa hukum PT MPM (Maskapai Perkebunan Moelia) melaporkan Wa Ode ke Polda Metro Jaya pada Jumat (16/10). Dalam laporan bernomor LP/6154/X/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ, Wa Ode dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong yang dinilai merugikan PT MPM.

Dalam laporan itu, Wa Ode dilaporkan atas tuduhan Pasal 27 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Muannas prihatin akan kejadian yang menimpa Wa Ode tersebut. Tetapi dia menyayangkan tuduhan Wa Ode yang menyebut para pelaku adalah 'preman-preman PT MPM', yang seolah-olah PT MPM di balik penyerangan itu.

"Tanpa dasar Wa Ode Nur, di hadapan sejumlah media dan broadcast WhatsApp yang kami terima, seolah terjadinya peristiwa perusakan tersebut langsung dituduhkan kepada PT MPM berada di belakang ini semua, bahkan tidak segan dengan menyebut perbuatan dilakukan oleh preman-preman PT MPM," tutur Muannas Alaidid dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

"Mestinya, sebagai orang yang paham hukum, apalagi profesinya sebagai advokat, Wa Ode menyerahkan saja sepenuhnya peristiwa yang terjadi kepada pihak kepolisian setempat, apalagi masalah ini kabarnya sudah dilaporkan di Polres Cianjur dan sedang dilakukan penyelidikan serta diketahui apa motif para pelaku," sambungnya.

Wa Ode dinilai mendahului penyidik karena menyebut para pelaku adalah preman PT MPM. Menurut Muannas lagi, Wa Ode juga tidak seharusnya mengembuskan isu seolah PT MPM sedang berkonflik dengan masyarakat.

"Bukan malah melakukan tuduhan tanpa dasar dengan mengembuskan isu bahwa antara PT MPM dengan warga seolah sedang ada masalah yang disebutnya konflik dengan masyarakat penggarap tanah, seperti cerita WhatsApp yang beredar itu yang diduga berasal dari nomor handphone Wa Ode Nur Zainab," imbuhnya.

Muannas menegaskan apa yang dituduhkan Wa Ode tidak benar. Muannas menyebut kliennya dirugikan atas tuduhan tersebut.

"Jadi kami tegaskan semua itu tidak benar dan kami merasa dirugikan karenanya dengan tuduhan itu, makanya kami memilih melaporkan agar semua dilakukan penyelidikan karena ini mengarah pada dugaan pencemaran nama baik, bahkan menyebarkan berita bohong, yang bila dibiarkan, fitnah ini dapat meresahkan warga sekitar lokasi. Apalagi ada tuduhan adu domba perusahaan dengan masyarakat penggarap, padahal kami tidak tahu-menahu," katanya.

Tonton juga video 'Rekaman CCTV Saat Gerombolan Brutal Rusak Mobil Eks Anggota DPR Wa Ode':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2