Ambulans Terseret Rusuh

Ambulans yang Diduga Pasok Batu Demo 13 Oktober Tak Terdaftar di UPT DKI

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 10:58 WIB
Viral mobil ambulans kabur dari sergapan aparat kepolisian di kawasan Jakarta Pusat. Polisi pun sudah mengamankan mobil tersebut beserta tiga orang.
Foto ambulans viral ditembak gas air mata. (Tangkapan Layar)
Jakarta -

Dalam video viral, satu ambulans dikejar-kejar polisi. Polisi menduga ambulans itu membawa batu untuk merusuh saat demo. Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan ambulans itu tidak terdaftar.

"Tidak teregistrasi. Di daftar kami tidak ada. Kalau sudah teregistrasi, itu bisa kita lacak ambulans siapa," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Iwan Kurniawan kepada detikcom, Jumat (16/10/2020).

Ambulans itu bukan milik Pemprov DKI maupun pemerintah pusat. Ambulans berpelat nomor hitam itu adalah milik swasta.

"Yang pasti itu milik swasta, bukan punya pemerintah, baik itu Pemprov maupun kementerian atau rumah sakit," kata Iwan.

Bila memang ambulans itu terdaftar, ambulans yang diproses polisi itu bakal terlacak keberadaannya oleh UPT AGD DKI. Pada pekan lalu misalnya, UPT AGD menerjunkan ambulans pula.

Ada 10 ambulans, dan semuanya terlacak. Pengerahan ambulans DKI bisa didahului dengan koordinasi bersama Polda Metro Jaya, bisa juga didasari atas pertimbangan kondisi di lapangan.

"Terkait kegiatan unjuk rasa, ambulans itu biasanya kami diminta pihak keamanan, dari Polda, untuk membantu kegiatan unjuk rasa. Kami diminta menyiapkan ambulans, tergantung jumlah pendemo dan eskalasinya. Tetapi, kalaupun tidak ada permintaan, kalau kami melihat memang ada keramaian dan bencana, tetap kami lakukan antisipasi, kami siapkan juga," tuturnya.

Simak video 'Viral Ambulans Kabur Saat Demo Ricuh, Diduga Akan Kirim Logistik & Batu!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2