Round-Up

Fenomena Pelajar Demo: Alasan Ikut Serta hingga Solusinya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 07:22 WIB
Massa berlarian usai dibubarkan pasukan Brimob dengan menggunakan gas air mata di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Ilustrasi polisi membubarkan demo ricuh. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

"Mereka hanya dimanfaatkan, tidak paham juga apa yang disuarakan. Kadang-kadang gini, sebenarnya paham kalau ini tidak boleh, tapi karena ramai-ramai, ya terbawa," imbuhnya.

Antonius melihat adanya pembiaran oleh orang tua dalam mengawasi anak-anaknya yang saat ini seharusnya melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Ini pembiaran, kita orang tua harus sifatnya edukasi," imbuhnya.

Mengantisipasi hal ini, Polres Jaksel dan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan duduk bersama membahas solusi untuk mencegah pelajar ikut demo. Salah satu solusi dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan akan menerapkan absen virtual bagi para siswa. Selain itu, para siswa akan diberi tugas tambahan.

"Absennya pagi, siang, dan sore. Absen dengan waktu tersebut kan tentunya terbatas harus di rumah," kata Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Joko Soegiarto kepada wartawan di Polres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2020).

Selain itu, pihak sekolah diminta melakukan pertemuan secara virtual secara intens dengan murid dan orang tua murid. Hal ini dilakukan agar selama PJJ anak dalam pengawasan orang tua masing-masing.

"Kemudian, kita berikan informasi juga ke sekolah agar disampaikan kepada ortu murid masing-masing, karena kita pun berpesan agar sekolah itu ada pertemuan secara virtual, untuk SMP berarti kelas 7, 8, 9, untuk yang SMA 10, 11, 12 perwakilan ortu murid dan anak-anak semuanya. Artinya, terjadi diskusi antara pihak sekolah dan ortu murid," jelasnya.

Joko mengatakan untuk menambah kesibukan para pelajar di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ), para siswa akan diberi tugas tambahan.

"Kemudian ada juga tugas tambahan yang dilakukan di atas jam 13.00 WIB sampai selesai. Tugas itu juga disampaikan ke gurunya," ujar Joko.

Halaman

(mei/lir)