Fenomena Pelajar Ikut Demo, Polisi: Blacklist SKCK Tak Selesaikan Masalah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 14:52 WIB
Cegah Demo, Pelajar di Jaksel Absen PJJ 3 Kali-Diberi Tugas Tambahan
Wakapolres Jaksel AKBP Antonius Agus bersama Kepala Sudin Pendidikan Wilayah 1 Joko Soegiarto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus menilai pelajar ikut demo saat ini menjadi fenomena sosial yang memunculkan pelbagai persoalan baru. Meski begitu, Polres Jaksel tidak memilik sanksi blacklist Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pelajar demo karena dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.

"SKCK di-blacklist itu tidak menyelesaikan masalah, karena bagaimanapun juga kita bisa mengeksploitasi, intinya pembinaan," kata AKBP Antonius Agus kepada wartawan di Polres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2020).

Antonius menilai para pelajar hanya dimanfaatkan oleh sekelompok oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, faktanya, sebagian besar pelajar tidak mengerti persoalan apa yang tengah didemo.

"Mereka hanya dimanfaatkan, tidak paham juga apa yang disuarakan. Kadang-kadang gini, sebenarnya paham kalau ini tidak boleh, tapi karena ramai-ramai ya terbawa," imbuhnya.

Antonius melihat adanya pembiaran oleh orang tua dalam mengawasi anak-anaknya yang saat ini seharusnya melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Ini pembiaran, kita orang tua harus sifatnya edukasi," imbuhnya.

Lebih lanjut Antonius menilai fenomena pelajar berdemo akan meningkat jika tidak segera diambil tindakan nyata. Pihaknya akan memberikan pembinaan khusus kepada para pelajar yang tertangkap hendak melakukan demo.

"Kan data kami lengkap, detail, jangan sampai ada yang sudah dua kali-tiga kali, nah itu beda nanti penanganannya, karena sudah diingatkan. Ternyata dapat lagi orangnya sama, itu akan diberikan pembinaan khusus dan mungkin perlu perhatian khusus adik-adik seperti ini tidak bisa diberikan pembinaan biasa yang kita ceramahi dan sebagainya, mungkin kita berikan laporan ke Kasudin (Pendidikan) 'sudah tiga kali Pak, mosok ketangkap terus dan terus dibiarin sampai kapan masa sampai 10 kali," paparnya.

Polres Jaksel sendiri telah mengamankan 288 pelajar di Jakarta Selatan yang hendak ikut aksi selama dua kali kegiatan demo. Kemudian, 57 di antaranya masih berstatus siswa SMP dan SMA di 28 sekolah di Jakarta Selatan.

(mea/mea)