Pelajar Ikut Demo, Kapolda Banten Sebut Dorongan Pribadi Tidak Diperintah

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 12:54 WIB
Kapolda Banten, Irjen Fiandar (M Iqbal/detikcom)
Foto: Kapolda Banten, Irjen Fiandar (M Iqbal/detikcom)
Serang -

Kapolda Banten Irjen Fiandar mengatakan maraknya pelajar setingkat SMA/SMK yang ikut berdemonstrasi imbas UU Omnibus Law atas dorongan pribadi. Kelompok ini tidak memiliki latar belakang organisasi atau diperintah kelompok-kelompok tertentu.

"Sampai saat ini masih individual, yang di Banten loh ya. Yang di luar Banten saya tidak mengomentari. Tidak menjurus pada organisasi atau terorganisir perintah-perintahnya, tidak," kata Fiandar usai deklarasi bersama ormas dan pemuda di Jalan Syekh Nawawi, Serang, Jumat (16/10/2020).

Begitu pun dengan 14 orang yang pada aksi penolakan Omnibus Law pada Selasa (6/10) yang berujung ricuh di depan Uin Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Siapa aktor intelektualnya, polisi masih mendalami.

"Untuk pendalaman terhadap siapa aktor intelektual di belakangnya masih terputus, artinya individual. Tapi masih kita dalami, akan kita pantau terus orang yang ada di sekitar orang ini dan termasuk media sosial," katanya.

Beberapa kali, jajaran kepolisian Polda Banten memang mengamankan pelajar di tengah maraknya aksi penolakan Omnibus Law.

Pada aksi di Selasa (6/10) yang berujung ricuh, bahkan ada empat pelajar yang diamankan dan telah dijadikan tersangka dan wajib lapor.

Esoknya, pada Kamis (8/10) 75 pelajar se-Kota Serang juga diamankan di wilayah Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dan sekitarnya. Mereka didorong atas informasi di media sosial dan mengaku ikut-ikutan untuk berunjuk rasa.

Di hari yang sama, Polresta Tangerang juga mengamankan 59 pelajar di Jalan Raya Cikupa-Bitung yang akan ke Jakarta.

Terakhir, pada Selasa (13/10) juga diamankan 29 pelajar termasuk siswa SMP dengan tujuan aksi di Jakarta. Mereka kemudian didata oleh polisi di sistem pencatatan agar saat membuat SKCK maka datanya akan muncul.
"Kalau kita catat, keluar datanya itu, Ini imbauan ke masyarakat agar jangan melakukan yang melanggar hukum oleh karena itu berkegiatan dengan baik," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam waktu itu.

(bri/ern)