Jejak SN di Kasus Mahasiswi Digilir Pria hingga Dinyatakan Tak Terlibat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 11:20 WIB
7 Orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan-detikcom).
Tujuh orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Mahasiswi berinisial EA (23) mengaku wanita berinisial SN (21) terlibat dalam kasus pemerkosaan yang dialaminya. Tapi polisi punya kesimpulan lain.

Polisi menyatakan wanita berinisial SN (21) tidak terlibat dalam kasus pemerkosaan secara bergilir oleh sejumlah pria di Kota Makassar. Penyelidikan atas peran SN dalam kasus tersebut pun ditutup.

"Kita tak melakukan menetapkan tersangka lagi karena belum cukup bukti," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Senin (5/10/2020).

Rencana pemeriksaan terhadap SN pada Kamis (1/10) sempat ditunda karena ada agenda lain. Akhirnya SN bersama tiga orang lainnya diperiksa soal keterlibatannya dalam kasus ini pada Jumat (2/10).

Selain SN, tiga orang lainnya berinisial IB (kekasih SN), IS, dan UF. Mereka diperiksa sekitar 6 jam sejak pukul 15.30 Wita. Keempat orang yang berstatus saksi tersebut keluar dari Polsek Panakkukang sekitar pukul 21.20 Wita.

7 Orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan-detikcom).SN sempat diamankan bersama sejumlah pria terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan/detikcom)

Selain pengakuan korban, dugaan keterlibatan SN beserta para saksi lainnya juga pernah disampaikan pelaku inisial MF. Dia mengaku sempat ditawari SN untuk memperkosa korban.

MF awalnya mengungkapkan sempat bertemu dengan SN sesaat menjelang pemerkosaan di hotel di kawasan Panakkukang, Makassar, pada Minggu (20/9) dini hari. Menurut MF, saat tiba di hotel, SN langsung memasukkan EA ke kamar 101, sedangkan dia masuk ke kamar mandi hotel. Setelah itu, MF ketemu SN untuk mengembalikan kunci motor.

MF mengatakan SN mengatakan 'mau ko atau tidak?' yang artinya 'kau mau tidak?' saat dia menyerahkan kunci motor. Hal itu dikatakan MF saat ditemui wartawan di Polsek Panakkukang, Makassar, Rabu (23/9).

Selain itu, korban dalam laporannya menyebut SN sebagai pelaku. Aksi SN menggiring korban ke dalam kamar hotel tempat kejadian perkara di kawasan Panakkukang juga terekam kamera CCTV.