Polisi Batal Periksa SN dan Pacarnya Terkait Mahasiswi Digilir, Ini Sebabnya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 13:16 WIB
7 Orang yang diamankan terkait pemerkosaan mahasiswi secara bergiliran di Makassar (Hermawan-detikcom).
Foto: Wanita inisial SN (21) saat diamankan di Polsek Panakkukang (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Polisi batal memeriksa perempuan SN (21) dan kekasihnya, IB (25) di dalam penyidikan kasus pemerkosaan bergilir mahasiswi EA (23) di Kota Makassar. Padahal polisi telah mengagendakan pemeriksaan terhadap SN, IB dan 2 saksi lainnya hari ini.

"Sesuai jadwal kami kemarin, diagendakan pada hari ini 1 Oktober 2020 akan dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap beberapa orang saksi. Namun karena tiba-tiba ada skedul lain sehingga jadwal pemeriksaan tambahan kami jadwal kembali," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (1/10/2020).

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal UsmanKanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman Foto: Hermawan-detikcom

Dia mengatakan, pemeriksaan tambahan telah dijadwal ulang pada Jumat (2/10). Polisi memastikan telah menyampaikan jadwal pemeriksaan yang baru kepada SN dan IB, termasuk dua orang saksi lainnya, IS dan UF.

"Pemeriksaan tambahan direncanakan besok pada tanggal 2 Okteber," sebut Iqbal.

Menurut Iqbal, pemeriksaan tambahan terhadap SN dan kekasihnya, serta juga 2 orang saksi lainnya untuk mendalami sejumlah alat bukti yang ditemukan oleh penyidik. Selanjutnya, polisi akan melihat sejauh mana peran SN dan para saksi lainnya.

"Salah satu materi pemeriksaan tambahan kami akan mendalami keterangan saksi-saksi sehubungan dengan alat bukti yang kami kumpulkan dan kami miliki oleh penyidik," katanya.

Sejumlah alat bukti yang dimaksud, lanjut Iqbal, di antaranya sehubungan dengan sejumlah hasil keterangan para tersangka, korban, pihak hotel ditambah rekaman CCTV.

"Ya di CCTV kan di situ ada tergambar saat tersangka korban dengan saksi-saksi lainnya ini sejak awal mereka tiba di TKP sampai mereka meninggalkan TKP," pungkas Iqbal.

Diberitakan sebelumnya, polisi tengah mendalami dugaan keterlibatan SN dan para saksi lainnya di kasus pemerkosaan ini. Dugaan keterlibatan oleh SN beserta para saksi lainnya mencuat setelah ada pengakuan pelaku inisial MF soal dirinya sempat ditawari SN untuk memperkosa korban.

MF awalnya mengungkapkan sempat bertemu dengan SN sesaat menjelang pemerkosaan di hotel di kawasan Panakkukang, Makassar, pada Minggu (20/9) dini hari.

Menurut tersangka MF, saat tiba di hotel, SN langsung memasukkan EA ke kamar 101, sedangkan dia masuk ke kamar mandi hotel. Setelah itu, MF ketemu SN untuk mengembalikan kunci motor.

"Saya kasih kunci motor, baru langsung dia bilang 'mau ko atau tidak?' (kau mau tidak?)," ujar MF saat ditemui di Polsek Panakkukang, Makassar, Rabu (23/9).

Selain itu, korban dalam laporannya menyebut SN sebagai pelaku. Aksi SN menggiring korban ke dalam kamar hotel tempat kejadian perkara di kawasan Panakkukang juga terekam CCTV.

(nvl/nvl)