Polisi Ungkap Ada 3 Adegan Pelecehan di Soetta yang Terekam CCTV

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:15 WIB
Polisi rilis kasus pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta
Polisi merilis penangkapan tersangka pelecehan di Bandara Soetta. (Tiara Aliya/detikcom)

Setelah bisa berduaan dengan korban, EF pun memeriksa terhadap LHI. Ia pun sempat memalsukan hasil rapid test dari nonreaktif menjadi reaktif untuk bisa memeras korban. Tak cukup hanya itu, EF pun melakukan tindak pelecehan seksual terhadap LHI.

"Dengan akal-akalan dia karena memang ada satu tujuan pertama masalah ekonomi terakhir adalah masalah pencabulan yang dilakukan," ungkapnya.

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9) dan diminta melakukan rapid test sebagai salah satu syarat penerbangan.

Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia yakin tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona. Namun, saat hasil rapid test keluar, dia dinyatakan reaktif Corona. Di sinilah korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Singkat cerita, LHI mengaku tetap dipaksa menjalani rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap tersangka di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9). Tersangka EF dijerat dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan.


(mei/mei)