Tersangka Matikan HP-Medsos Setelah Tahu Kasus Pelecehan di Soetta Viral

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:50 WIB
Polisi rilis kasus pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta
Tersangka pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta dipamerkan polisi. (Tiara Aliya/detikcom)
Kota Tangerang -

Kasus pelecehan perempuan saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, viral di media sosial. Setelah mengetahui perbuatannya itu viral, tersangka EF langsung menonaktifkan akun media sosial hingga ponselnya.

"Setelah tanggal 18 (September) tanggal 18 (September) itu ramai di media sosial, langsung dia dimatikan semua dia punya akun-akun media sosial yang ada, termasuk handphonenya pun dia langsung matikan semuanya," kata Kabid Humas Polda Metro Kaya Kombes Yusri Yunus saat jumpa pers di Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Senin (28/9/2020).

Setelah menonaktifkan akun sosial medianya, EF pun mencoba melarikan diri ke Sumatera Utara. Dengan uang hasil pemerasan terhadap korban LHI, ia membeli tiket pesawat dan kabur ke kosan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

"Setelah itu dia melarikan diri melalui darat ke Sumatera Utara. Itulah dia pakai biaya (pesawat), termasuk dikirim ke ibunya," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini EF telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan, pemerasan, dan pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah kejadian itu viral di media sosial, EF ditangkap di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9).

EF juga telah ditahan selama 20 hari sejak Sabtu, 26 September 2020. Polisi telah mengantongi sejumlah bukti dalam kasus itu.

"(Bukti-bukti pelecehan) hasil assessment P2TP2A Kabupaten Gianyar, rekaman CCTV, keterangan saksi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap tersangka. Termasuk mendalami apakah ada korban lain dari tersangka.

(mei/mei)