Gatot dan Isu Film G30S/PKI

Gatot Nurmantyo Bicara PKI: Dulu Curiga Adu Domba, Kini Yakini Keberadaannya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 09:39 WIB
gatot nurmantyo
Gatot Nurmantyo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gatot Nurmantyo sudah cukup sering bicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Dulu, tahun 2016, dia menengarai isu PKI bisa saja diembuskan pihak tertentu untuk mengadu domba anak bangsa. Kini, Gatot mengaku merasakan kebangkitan PKI sejak 2008.

Gatot Nurmantyo menjabat sebagai Panglima TNI sejak 8 Juli 2015 hingga 8 Desember 2017. Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, Gatot sebagai Panglima TNI hingga Jenderal Purnawirawan sudah berbicara soal isu PKI pada beberapa kali kesempatan.

Kehebohan terbaru, Gatot menghubungkan perintahnya untuk menggelar acara nonton bareng film 'Pengkhianatan G30S/PKI' di institusi TNI tahun 2017 dengan pemecatan dirinya dari jabatan Panglima TNI.

Berikut adalah catatan mengenai Gatot soal isu PKI, sejak menjabat sebagai Panglima TNI hingga sekarang:

16 Mei 2016: Duga ada adu domba

Saat itu, publik dihebohkan soal pesan berantai (broadcast message) soal kebangkitan PKI, 9 Mei disebut hari lahirnya PKI. Di sisi lain, ada orang yang ditangkap gara-gara memakai kaus bergambar palu arit, plesetan PKI, atau juga kaus bergambar ilustrasi kelompok musik genre metal luar negeri namun bergambar palu arit. Ada pula demonstrasi anti-PKI.

Gatot menanggapi isu kebangkitan PKI dengan satu imbauan untuk tetap menjaga persatuan. Dia mengajak masyarakat untuk tetap tenang tanpa terpengaruh isu yang megarah ke perselisihan.

"Kan sudah disampaikan, bisa jadi itu adu domba kan," kata Gatot di Rupatama, Markas besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Dia mengingatkan, jangan sampai peristiwa 30 September 1965 terulang lagi. Peristiwa itu perlu diingat agar Indonesia tetap bersatu.

"Jadi yang dilakukan kita semuanya adalah mari kita wujudkan persatuan. Itu sudah masa lalu, masa lalu sebagai peringatan, jangan sampai terjadi lagi di masa kini," ujarnya.

2 Juni 2016: Neo-kapitalisme lebih bahaya ketimbang PKI

Kala itu, ada simposium bertajuk 'Mengamankan Pancasila dari Ancaman PKI dan Ideologi Lain. Acara dihelat di Balai Kartini, Jakarta.

Namun saat itu, Gatot berpendapat ideologi kapitalisme lebih berbahaya ketimbang PKI yang dulu dikenal mengusung ideologi komunisme versi Marxisme-Leninisme. Gatot memberi contoh di negara-negara yang terimbas dari paham neo kapitalisme dan neo liberalisme.

"PKI berbahaya tapi yang lebih berbahaya neo-kapitalisme, neo-liberalisme," jelas Gatot di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Gatot memberi contoh di negara-negara yang terimbas dari paham neo-kapitalisme dan neo-liberalisme. Misalnya di Belanda, Prancis, dan Denmark, di sana gereja mulai kosong dan orang menjadi ateis. Namun entah bagaimana, Gatot lantas menghubungkan fenomena ini menjadi narasi pengantar masuknya paham komunisme.

Penandatanganan kerja sama PT PLN dan TNI AD dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dengan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di PLN Kantor Pusat, Jakarta, pada Jumat (20/3). PT PLN (Persero) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan pendampingan dan pelatihan dalam rangka penerimaan dan pengujian batubara.Gatot Nurmantyo saat masih menjabat sebagai Panglima TNI. (Istimewa/dok Agus Humas PLN)

"Komunis seperti setan diam-diam muncul. Di Eropa proses menuju atheis terjadi. Diawali dengan menjual gereja untuk properti. Tiap taun gereja kehilangan 60 ribu jemaah. Kalau sudah atheis lalu komunis. Nggak terlihat tapi proses ini terjadi. Itu bisa terjadi di negara kita," kata Gatot.

Saat itu, dia menyampaikan bahwa komunis muncul saat kritis pada awal merdeka dari Belanda. Pada tahun 1965, komunis melakukan pembantaian diawali krisi ekonomi dan kesenjangan sosial serta kepercayaan. Namun kini, bila Indonesia berhasil sejahtera, maka ideologi Pancasila akan tetap kuat.

"Kalau kita sejahtera apapun ideologi di luar Pancasila nggak akan masuk. Seharusnya bersatu utamakan berkarya," ucap Gatot.

Tonton video 'Tanggapi Gatot Nurmantyo, Pimpinan DPR: Tonton G30S/PKI Tak Dilarang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3