Kabur di LP Tangerang, Ini Jejak Cai Changpan Jebol Tembok Bareskrim di 2017

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 11:16 WIB
Foto tahanan kabur dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri
Foto tahanan kabur dari Rutan Bareskrim Polri. (Dok. kepolisian)
Jakarta -

Cai Changpan alias Antoni, narapidana kasus narkoba melarikan diri dari Lapas Tangerang dengan cara menggali lubang. Ini bukan kali pertama dia kabur dari jeruji besi. Saat menjadi tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cai Changpan juga pernah kabur dengan cara menjebol tembok rutan narkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur.

Cai Changpan saat itu ditangkap pada 26 Oktober 2016 pagi di Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi Timur, Tangerang dengan barang bukti 135 Kg sabu. Cai Changpan saat itu kabur bersama 6 tahanan lainnya pada Selasa 24 Januari 2017 siang. Cai Changpan alias Antoni ini yang memodali tahanan lain untuk menyewa angkot. Mereka berhasil meloloskan diri dengan cara melubangi tembok kamar mandi di kamar 5 menggunakan batangan besi sepanjang 30 cm.

"Ternyata tahanan bernama Cai Chang Fan punya uang Rp 800 ribu. Uang inilah yang digunakan untuk mereka melarikan diri," kata Direktur IV Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di kantor Dir IV Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017).

Selain Cai Changpan alias Antoni, lima tahanan kabur saat itu adalah Azizul alias Izul (30), Ridwan R alias Rambe (22) Antony alias Ridwan (33), Amiruddin alias Amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34). Cai Cangphan sendiri saat itu ditangkap dalam kasus sabu dengan barang bukti 135 Kg sabu.

Para tahanan itu telah merencanakan pelariannya dengan matang. Bermodal batangan besi, mereka bergantian setiap hari mengikis tembok di malam buta. Lalu, tembok yang telah berlubang itu ditutup dengan ember untuk mengelabui petugas jaga. Tujuh tahanan itu kemudian melarikan diri lewat lubang itu pada Selasa, 24 Januari 2017, sekitar pukul 04.15 WIB. Selanjutnya, mereka memanjat tembok RS Otak setinggi 2,5 meter.

Berdasarkan pengecekan kamera CCTV, Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan para pelaku berada di ruang tahanan nomor 5. Mereka membobol tembok sejak pukul 00.00 WIB. "Pukul 04.15 WIB baru kebobol itu pintu kamar mandinya, dari situlah keluar tujuh orang ini. Tiga orang tahanan narkotika jenis sabu dan empat dari ganja," kata Eko.

Eko menuturkan para tahanan tersebut menggunakan batang besi dengan panjang sekitar 30 cm. Setelah tembok jebol, para tahanan lari dan memanjat dinding setinggi 2,5 meter di belakang Rumah Sakit Otak, yang berdampingan dengan gedung Direktorat IV Bareskrim. Mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk melarikan diri.

Para tahanan mengorek-ngorek tembok tahanan selama dua bulan. Mereka lalu menutup lubang yang jebol dengan ember untuk mengelabui petugas.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3