Istri Napi WN China yang Kabur dari Lapas Tangerang Diperiksa Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 18:34 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto ilustrasi penjara. (Thinkstock)
Tangerang -

Tim gabungan masih memburu Cai Cangpan, narapidana kasus narkoba yang kabur dari Lapas Tangerang. Polisi pun memeriksa seorang WNI, istri dari Cai Cangpan untuk menelusuri jejak WN China itu.

"(Keluarga Cai Cangpan) ya lah pasti (diperiksa). Kan dia ada istri dan anak (WNI)," kata Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Yudhistira Mudyahwan saat dihubungi detikcom, Kamis (24/9/2020).

Selain memeriksa keluarga Cai Cangpan, tim gabungan juga meminta keterangan dari tetangga di tempat tinggal sang istri tersebut.

"Ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan, karena ada tim lapangan yang mintai keterangan keluarga/tetangga dan sebagainya," imbuhnya.

Hanya, Yudhistira tidak menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap para saksi tersebut. Yudhistira mengatakan saat ini tim masih di lapangan untuk memburu Cai Cangpan.

"Tim gabungan masih upaya cari dan temukan napi yang lari tersebut di lapangan. Penyelidikan masih kumpulkan keterangan dan petunjuk-petunjuk untuk ungkap peristiwa," imbuhnya.

Seperti diketahui, Cai Cangpan kabur dari Lapas Tangerang pada Senin (14/9) lalu. Cai Cangpan kabur dengan menjebol dinding sel dan membuat lubang menembus ke parit yang ada pada sisi gedung.

Narapidana itu menggali lubang selama sekitar 5 bulan sampai akhirnya berhasil meloloskan diri. Dia kabur menggali lubang dengan obeng dan besi.

"Kenapa bisa dapat alat? Karena dekat tempat tersebut ada pembangunan dapur dalam lapas tersebut, itu alat yang digunakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/9).

Diduga, Cai Cangpan menggali lubang sel tersebut selama berbulan-bulan. Hal ini diketahui setelah petugas memeriksa teman satu sel narapidana kasus narkoba tersebut.

"Memang ada indikasi itu sudah cukup lama sekitar 5 bulan lebih gali tempat tersebut," imbuh Yusri.

(mei/mei)