Round-Up

Babak Baru Kasus Viral Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 07:27 WIB
poster
Ilustrasi pelecehan seksual. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta oleh tersangka EF memasuki babak baru. EF, oknum yang melakukan rapid test kepada korban kini dijerat pasal pencabulan atas dugaan pelecehan seksual tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho menjelaskan bahwa pihaknya menjerat tersangka EF dengan pasal berlapis. Selain dijerat pasal penipuan dan pemerasan, oknum tenaga kesehatan itu dipastikan akan dijerat dengan pasal pencabulan.

"(Pasal yang dikenakan ke tersangka) pelecehan di (Pasal) 289 dan/atau (Pasal) 294," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho kepada detikcom, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, EF dijerat dengan pasal pemerasan.

"Dan/atau pemerasan di (Pasal) 368 KUHP dan/atau (Pasal) 378 KUHP di penipuan," imbuh Yurikho.

Pasal 289 KUHP berbunyi:

"Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dihukum karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan pidana selama-selamanya sembilan tahun."

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa tim gabungan masih memburu EF. Polisi berharap EF datang ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

"Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan untuk hadir ke Polres, itu harapan kami. Yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Yusri mengatakan penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan pengejaran terhadap EF. EF sudah dicari ke tempat kosnya tapi tidak ditemukan.