Pakar: Banjir Bisa Tingkatkan Penularan COVID-19 Secara Tak Langsung

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:39 WIB
Kawasan Kampung Kandang, Semper Barat, Jakut, turut terdampak banjir ibu kota. Warga di sana pun menanti bantuan mengingat kondisi genangan air yang tinggi.
Ilustrasi Banjir di Jakarta Utara (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Bencana banjir bisa meningkatkan penularan COVID-19. Penularan bukan terjadi lewat air banjirnya, melainkanlewat interaksi manusia selama evakuasi, pengungsian, hingga kondisi WC umum.

"Banjir punya potensi meninggikan risiko terjadinya penularan, namun penyebabnya tidak secara langsung. Bukan karena air banjirnya yang membawa virus, melainkan karena orang terpaksa berinteraksi lebih dekat dan sering," kata epidemiolog Dicky Budiman kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Dicky adalah epidemiolog yang pernah terlibat dalam kerja-kerja penanganan SARS, HIV, flu burung, dan flu babi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia adalah alumni Universitas Padjadjaran, peraih gelar master epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, dan kini menjadi kandidat doktoral di Universitas Griffith.

"Tidak usah terlalu khawatir soal masalah airnya, tapi prinsip pencegahan tetap harus dijaga, baik oleh masyarakat maupun petugas," kata dia.

Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus tetap dijaga. Semua masyarakat harus mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Namun terkadang dalam situasi bencana banjir, semua langkah itu sulit diterapkan. Misalnya, saat petugas mengevakuasi warga yang terendam banjir.

"Yang harus diwaspadai adalah ketika kita menolong (evakuasi warga). Petugas evakuasi ini mobilitasnya tinggi dari satu daerah ke daerah lain, dia bisa membawa virus kalau tidak disiplin," kata Dicky.

Kondisi pengungsian yang sesak juga bisa mendorong penularan COVID-19. Kondisi berjejal bisa menggagalkan prinsip jaga jarak.

Epidemiolog, Dicky Budiman. (Dok pribadi)Epidemiolog Dicky Budiman (Dok. Pribadi)

Selanjutnya
Halaman
1 2