Banjir dan Longsor Hantui Jabar, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siaga

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 11:57 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Dok. Pemprov Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan agar para kepala daerah untuk bersikap waspada dan menyiapkan beragam rencana antisipasi bencana hidrologis, seperti banjir dan longsor.

Pasalnya, ia melihat musim penghujan datang lebih awal dari yang diperkirakan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada akhir Oktober nanti.

"Sudah diinstursikan agar para kepala daerah untuk posisi waspada dan menyiapkan beragam rencana antisipasi bencana hidrologis yang terukur," tulis Ridwan Kamil dalam unggahan Instagramnya, Selasa (22/9/2020).

Sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Pasawahan dan Desa Mekarsari di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sungai Cicatih yang merupakan aliran utama sungai juga meluap mengakibatkan rumah rusak dan beberapa mobil tergenang hingga terbawa aliran banjir.

Tiga orang warga menjadi korban banjir bandang di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Senin (21/9/2020). Saat ini ketiga orang korban tersebut masih dalam pencarian personel gabungan Polri, TNI dan Tim SAR.

Terkait bencana tersebut, Kang Emil -sapaannya- telah mengutus Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum dan BPBD Jabar untuk menyalurkan bantuan dan dukungan kepada para korban dan petugas kewilayahan yang bertugas di sana.

"Pemprov Jabar melalui Dinas PU sejak 2 minggu lalu sudah memulai program antisipasi banjir. Mudah-mudahan bisa efektif," katanya.

Peringatan dini telah dikeluarkan BMKG terkait cuaca di wilayah Provinsi Jawa barat pada 22 dan September 2020, dengan potensi cuaca hujan disertai kilat, petir dan angin kencang.

"Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya," seperti disitat dari laman BMKG.

(yum/mso)