Round-Up

Petaka 5 ABK Tewas Akibat Miras Oplosan Bikin Kasus Dihentikan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 21:19 WIB
Penemuan mayat ABK disimpan di freezer kapal
KM Starindo Jaya Maju VI (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Penemuan jasad lima anak buah kapal (ABK) di dalam freezer KM Starindo Jaya Maju VI membuat geger. Kasus ini disetop setelah polisi memastikan tidak ada unsur pidana.

Awalnya, peristiwa ini terungkap saat polisi berpatroli di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada Kamis, 18 September 2020.

"Karena kita Polres Kepulauan Seribu ini berbasis perairan, sehingga kami patroli dan mendatangi kapal nelayan yang jumlah ABK-nya lebih dari kapasitas," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Ermond saat dihubungi detikcom, Jumat (18/9/2020).

Ketika itu, polisi saat itu mendapati kapal KM Starindo Jaya Maju VI sedang berlayar di lautan lepas. Polisi kemudian mengecek manifestasi kapal.

Petugas kemudian mengecek jumlah ABK kapal tersebut. Saat pemeriksaan, diketahui jumlah ABK tidak sesuai dengan manifes kapal.

"Anggota cek manifesnya, kok nggak sesuai, kemudian ada gelagat mencurigakan dari ABK, karena awalnya dia tutup mulut semua. Saat tutup mulut semua dicek manifes, barulah dia ngakui bahwa ada lima kawannya meninggal akibat minum miras oplosan," jelasnya.

"Setelah diketahui meninggal, ditanya mana posisinya, ternyata disimpan di freezer," sambungnya.

Namun polisi tidak percaya begitu saja pada pengakuan para ABK, mengingat situasi sedang pandemi COVID-19.

Nakhoda Kapal Diperiksa Terkait Temuan 5 Jasad ABK di FreezerEvakuasi jasad ABK yang disimpan di freezer kapal (dok.istimewa)

"Kemudian saya perintahkan untuk protap protokol kesehatan takutnya COVID. Anggota saya minta keluar dari kapal tapi tetap kawal, saya perintahkan merapat ke Marina," jelasnya.

Setiba di Pantai Marina, polisi melakukan rapid test terhadap seluruh ABK dan nakhoda. Sedangkan jenazah kelima korban dievakuasi ke RS Kramat Jati.

Polisi kemudian turun tangan mengungkap kasus yang menggegerkan itu. Saksi-saksi lalu dimintai keterangannya.

"Sekarang kita lakukan pemeriksaan saksi dan sudah ada enam saksi, termasuk nakhoda kapal dan beberapa ABK," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Menurut Yusri, informasi awal yang disampaikan nakhoda dan para ABK bahwa kelima korban meninggal akibat menenggak miras oplosan.

"Mereka lima korban itu melakukan pesta miras oplosan di kapal dan mengakibatkan lima orang itu meninggal dunia," ujar Yusri.

Fakta-fakta baru pun akhirnya terungkap. Pihak kepolisian menyebut tidak ada ditemukan unsur pidana dari kasus tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2