Pemkot Pekanbaru Kesal Warga Cuek soal Corona: Ada yang Percaya Konspirasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 14:15 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Pekanbaru -

Penerapan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) telah dimulai di Pekanbaru. Pemkot menilai banyak warga yang masih cuek soal virus Corona atau COVID-19.

"Tadi malam tim sudah melaksanakan PSBM di Kecamatan Tampan. Ya, seperti sebelum-sebelumnya (PSBB), masyarakat terkesan acuh tak acuh adanya PSBM yang berguna untuk menekan angka penurunan COVID-19," kata pejabat Humas Pemkot Pekanbaru Mas Irba Sulaiman kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Irba mengatakan tim yang melakukan pengawasan PSBM banyak menegur masyarakat yang keluar malam hari tanpa menggunakan masker. Masyarakat di Kecamatan Tampan disebut masih abai soal kesehatan diri sendiri.

"Jadi banyak sekali tadi malam masyarakat yang ditegur karena beraktivitas tanpa mengenakan masker. Artinya, masyarakat ini tak mengikuti protokol kesehatan. Mereka itu seakan tidak peduli dengan kondisi COVID-19 saat ini. Ini sangat mengesalkan sekali," kata Irba.

Malah, kata Irba, masih ada warga yang menyebut Corona hanya konspirasi saat ditegur gegara tidak mengikuti protokol kesehatan. Warga seakan tidak percaya virus Corona yang mengancam kesehatan masyarakat.

"Sudah kondisi kita seperti ini, masih ada saja berspekulasi bahwa semua ini hanya konspirasi. Ini kan membuat kita kesal dan orang-orang yang menyebut itu, malah mereka yang punya latar belakang pendidikan yang lumayan tinggi," kata Irba.

Masih menurut Irba, pihaknya mulai memberikan sanksi terhadap warga karena melanggar protokol kesehatan. Dia mengatakan sanksi merupakan cara agar warga mematuhi protokol kesehatan.

"Tim di lapangan bukan mengejar denda atas pelanggaran protokol kesehatan. Tapi, yang kita utamakan, menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Malah tadi malam ada yang bilang, mereka tak tahu ada PSBM, mereka tak tahu kalau di kecamatannya zona merah. Ini membuktikan, ya, memang masyarakat kita ini acuh tak acuh," kata Irba.

Pelaksanaan PSBM ini dimulai Rabu (16/9) mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB di Kecamatan Tampan. PSBM ini berlangsung selama dua pekan ke depan atau selama 14 hari guna menekan penyebaran COVID-19. Kecamatan Tampan diketahui zona merah di Pekanbaru.

(cha/haf)