Patungan, Sejumlah Warga Papua Klaim Lunasi Tagihan Beasiswa Veronica Koman

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 16:51 WIB
Sejumlah masyarakat Papua mengaku sudah melunasi tagihan beasiswa Veronica Koman, Rabu (16/9/2020).
Sejumlah masyarakat Papua mengaku sudah melunasi tagihan beasiswa Veronica Koman. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah masyarakat Papua berhasil melakukan ebamokai atau mengumpulkan sumbangan sukarela untuk mengganti uang beasiswa aktivis HAM Papua Veronica Koman sebesar Rp 773 Juta. Mereka berupaya menyerahkan uang tersebut secara simbolik di kantor Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pantauan detikcom, Rabu (16/9/2020), lima warga Papua tiba di depan Kantor LPDP yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat. Dua di antara mereka tampak memakai pakaian adat khas Papua, yaitu koteka.

Selain memakai koteka, mereka membawa sejumlah atribut untuk penyerahan secara simbolis. Di antaranya bendera Merah Putih, sejumlah uang tunai, bukti transfer di sejumlah rekening bank LPDP, serta salinan UU Nomor 21 Tahun 2001 mengenai Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Namun mereka tidak diterima oleh pihak LPDP. Petugas keamanan gedung menghadang mereka dan menjelaskan bahwa kantor sedang tutup selama PSBB.

Pengacara HAM Papua, Michael Himan, adalah salah satu perwakilan yang datang hari ini. Meskipun tidak berhasil menyerahkan secara simbolik, ia mengklaim bahwa pihaknya telah melunasi uang beasiswa Veronica Koman sejumlah yang diminta. Bahkan, sebut Michael, transfer terakhir sejumlah Rp 3 juta per hari ini.

"Sudah ditransfer itu, sudah dari... terakhir Veronica Koman juga berhasil kirim Rp 3 juta. Ini terakhir, tapi semuanya sudah lunas, tidak ada utang lagi," kata Michael kepada wartawan di depan LPDP, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

"LPDP itu sesuai nominal Rp 773 juta, dan itu sudah lunas, pelunasan Rp 3 juta. Terakhir sudah saya kirim, tadi senilai Rp 3 juta," sambungnya.

Michael menyebut uang itu dapatkan melalui kegiatan ebamokai. Dana ini, sebut dia, mulai digalang sejak Veronica dituntut untuk mengembalikan uang beasiswa.

"Pengumpulan ini sejak Veronika dinotifikasi, kemudian dituntut untuk pengembalian uang dari, tanda kutip. pejabat negara, tahu lah siapa pejabat negara meminta untuk dengan cara yang begitu spontan, ya, karena mungkin kekurangan uang, sehingga secara spontan sewaktu itu, dua hari kemudian masyarakat Papua dari Papua Barat telah mengumpulkan uang dari pasar, dari anak-anak sampai tua, muda, perempuan, semua turun jalan juga untuk melakukan ebamokai, ebamokai itu sumbangan sukarela, yang mana telah berhasil mengumpulkan dana telah kami transfer semua," paparnya.