Ajak Baku Bunuh Bendum Gerindra, Pejabat Pemprov Sulteng Jadi Tersangka

M Qadri - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 21:50 WIB
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Palu -

Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan Karo Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng, Haris Kariming, sebagai tersangka. Haris sebelumnya dilaporkan Bendahara Partai Gerindra DPD Sulteng, Ivan Abdillah Sijaya, atas ajakan saling bunuh dan menyebarkan video pengancaman di media sosial.

"Perkembangan terkait pemeriksaan kasus Haris Karimin yang dilaporkan oleh Ivan Sijaya, sudah memasuki tahap sidik. Haris Karimin ditetapkan sebagai tersangka dalam 2 perkara, yang ditangani oleh penyidik tindak pidana umum dan penyidik tindak pidana khusus.," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

Haris Karimin dilaporkan Ivan Sijaya ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng terkait ajakan untuk saling bunuh. Haris sempat mendatangi rumah Ivan Sijaya di Palu dan menyebarluaskan video pengancaman ke media sosial hingga akhirnya viral.

"Jadi ada dua perkara yang menetapkan Haris sebagai tersangka. Pertama perbuatan tidak menyenangkan dan kedua terkait UU ITE," tuturnya.

Menurut Didik, Ditreskrimum Polda Sulteng menetapkan Haris sebagai tersangka terkait kasus perbuatan tidak menyenangkan dan disangkakan Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara di bawah 5 tahun. Sedangkan Ditreskrimsus Polda Sulteng menetapkan Haris sebagai tersangka terkait UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu, penasihat hukum Ivan Sijaya, Muslim Mamulai, bersyukur penanganan kasus berjalan lancar. Dia mengatakan kasus yang dilaporkan oleh kliennya ke Ditresrimsus sudah masuk pada tahap 1 dan tinggal menunggu hasil penelitian berkas oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Alhamdulillah semua proses berjalan dengan lancar sampai status terlapor menjadi tersangka. Perkara yang ditangani Krimsus masih menunggu hasil penelitian berkas. Sementara Ditreskrimum masih dalam tingkatan ke tahap sidik dan sudah dikirimkan SPDP, berarti berkas tahap 1 sebentar lagi akan selesai," ucap Muslim Mamulai kepada detikcom.

Sebelumnya, video Haris mendatangi rumah Ivan beredar. Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu, Haris Karimin mengajak Ivan Abdillah Sijaya saling bunuh.

Setelah itu, Haris berbicara secara lantang. Dia mengaku sudah menerima pesan WhatsApp (WA) berupa ancaman pembunuhan. Dia lalu meminta Ivan keluar dari rumahnya. Dia bahkan sempat mengangkat bajunya setengah badan.

"Pak Ivan sudah ancam saya, mau bunuh saya, Pak Ivan sudah WA saya,kasih keluar Ivan, kalau dia laki-laki kasih keluar baku bunuh (saling bunuh) kita sekarang, kasih tahu Ivan jangan ancam-ancam saya di WA. Saya sekarang datang ke mari. Jangan ancam mau tembak saya, saya sudah pake kebal dengan peluru," kata Haris dalam video tersebut.

(jbr/jbr)