Round-Up

Duduk Perkara Pejabat Pemprov Sulteng Ajak Baku Bunuh Bendahara Gerindra

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 09:15 WIB
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Foto: Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Palu -

Gaduh Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng), Haris Kariming, mendatangi rumah Bendahara Partai Gerindra Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulteng, Ivan Abdillah Sijaya dan menantang untuk baku bunuh. Begini duduk perkara keributan tersebut.

Dirangkum detikcom, Jumat (26/6/2020), video Haris menantang Ivan baku bunuh viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (19/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu, Haris mengajak Ivan untuk saling bunuh.

"Pak Ivan sudah ancam saya, mau bunuh saya, Pak Ivan sudah WA saya,kasih keluar Ivan, kalau dia laki-laki kasih keluar baku bunuh (saling bunuh) kita sekarang, kasih tahu Ivan jangan ancam-ancam saya di WA. Saya sekarang datang ke mari. Jangan ancam mau tembak saya, saya sudah pake kebal dengan peluru," kata Haris dalam video tersebut.

Tak terima dengan peristiwa itu, Ivan akhirnya melaporkan Haris ke Polda Sulteng.

"Atas kasus tersebut, saya sudah melaporkan secara resmi di Polda Sulteng dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor:STTLP/162/VI/2020/SPKT/Polda Sulteng," ungkap Ivan kepada detikcom pada Selasa (23/6) malam.

Kasus ajakan baku bunuh dari Haris kepada Ivan diduga karena masalah rapid test. Muslim menyebut Ivan dan Haris sebenarnya adalah teman baik.

Tonton juga 'Di Balik Ajakan Baku Bunuh Pejabat Pemprov Sulteng-Bendum Gerindra':

[Gambas:Video 20detik]

"Dari informasi yang kami terima dari klien Ivan bahwa sebenarnya antara pelapor dan terlapor adalah teman baik, yang mana kejadian ini hanyalah persoalan pembicaraan rapid test.Rapid testyang gratis dan tidak gratis," kata kuasa hukum Ivan, Muslim Mamulai, Rabu (24/6)

Ivan awalnya merasa tersinggung oleh perkataan Haris yang menyampaikan bahwa kalau seorang pengusaha tidak usah mencari rapid test gratis.

"Jadi unggahan tersebut dilakukan dengan tujuan memperlihatkan bahwa saudara Ivan melakukan rapid test tidak dengan mencari yang gratis. Hal itu dikarenakan juga bahwa sebelumnya terlapor menyinggung bahwa saudara Ivan melakukan rapid test dengan mencari yang gratis," ucap Muslim.