Inspektorat Sulteng Proses Pejabat Pemprov yang Ajak Bendum Gerindra Baku Bunuh

Mohammad Qadri - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 19:21 WIB
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh (Screenshot video viral)
Viral Kabiro Humas Protokoler Pemprov Sulteng mendatangi rumah Bendum Gerindra Sulteng disertai ancaman saling bunuh. (Screenshot Video Viral)
Palu -

Kasus salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Haris Kariming, menantang baku bunuh Bendahara Partai Gerindra DPD Sulteng, Ivan Abdillah Sijaya, terus berlanjut. Inspektorat Sulteng turun tangan untuk menindak pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu aparatur sipil negara (ASN) pemerintah daerah itu.

"Untuk kasus tersebut sementara ditangani oleh Inspektorat, boleh langsung sama Kepala Inspektorat Sulteng saja. Akan tetapi sebelumnya saya sudah meminta klarifikasi atas video tersebut langsung kepada yang bersangkutan. Dan semestinya seorang pejabat daerah bisa menjaga sikap dan perilaku. "ungkap Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarete kepada detikcom, Rabu (8/7/2020).

Kepala Inspektorat Sulteng Mohammad Muchlis mengatakan, terkait hal tersebut, sementara dilakukan BAP hasil pemsusnya, dan hasilnya diperkirakan selesai pada pekan ini.

"Penanganan terkait Haris Karimin, sementara kita buat BAP hasil Pemsusnya. Insyaallah minggu ini sudah selesai dan akan diserahkan hasilnya pada pimpinan. Mudah-mudahan besok sudah rampung semua," tutur Muchlis kepada detikcom.

Muchlis menyebutkan bahwa Pemsusnya sudah dilakukan selama 4 hari. Tim pemeriksa melakukan dengan seobjektif mungkin sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tentunya dilihat dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Haris Kariming. Nanti kalau sudah rampung dari tim pemeriksa saya akan sampaikan secara detail aturan yang dilanggar oleh Haris Kariming," tutur Muchlis.

Sebelumnya, video Haris mendatangi rumah Ivan beredar. Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu, Haris Karimin mengajak Ivan Abdillah Sijaya untuk saling bunuh.

Setelah itu, Haris berbicara secara lantang. Dia mengaku sudah menerima pesan WhatsApp (WA) berupa ancaman pembunuhan. Dia lalu meminta Ivan keluar dari rumahnya. Dia bahkan sempat mengangkat bajunya setengah badan.

"Pak Ivan sudah ancam saya, mau bunuh saya, Pak Ivan sudah WA saya,kasih keluar Ivan, kalau dia laki-laki kasih keluar baku bunuh (saling bunuh) kita sekarang, kasih tahu Ivan jangan ancam-ancam saya di WA. Saya sekarang datang ke mari. Jangan ancam mau tembak saya, saya sudah pake kebal dengan peluru," kata Haris dalam video tersebut.

(aud/aud)