Round-Up

12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas Jerat Puluhan Tersangka

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 07:44 WIB
Suasana pasca penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA
Jakarta -

Selepas menjalani perawatan, Prada Muhammad Ilham diperiksa maraton oleh penyidik Pomdam Jaya terkait penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Sejumlah fakta baru terungkap.

Danpuspomad Letjen Dodik Wijanarko menyampaikan hasil penyidikan kasus tersebut dalam konferensi pers di Markas POM TNI AD, Rabu (9/9/2020).

Jumpa pers juga dihadiri Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara, Danpuspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis dan Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) Brigjen TNI Tetty Melina Lubis serta Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman.

Dodik mengungkapkan Prada Ilham resmi menyandang cap tersangka. Kini, kata Dodik, tercatat 50 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Usut punya usut, Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara menyebut Prada Ilham minum anggur merah sebelum mengalami kecelakaan tunggal.

Berikut 12 fakta terbaru penyerangan Mapolsek Ciracas jerat puluhan tersangka:

Berstatus Tersangka

Dodik menyampaikan Prada Ilham awalnya selesai menjalani perawatan dan langsung menjalani pemeriksaan intensif di Pomad Jaya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh penyidik maka pada tanggal 5 September 2020 statusnya ditetapkan sebagai tersangka," kata Dodik.

Prada Ilham diduga melakukan penyerangan Polsek Ciracas dan diduga telah menyebarkan berita bohong yang memicu keonaran. Dodik mengatakan Prada Ilhan dikenai Pasal 14 Ayat 1 Jo Ayat 2 UU Nomor 1 tahun 1948 tentang peraturan hukum pidana.

Penyerangan Polsek Ciracas diduga dilakukan oleh 100 oknum TNI terjadi pada Minggu 30 Agustus 2020 dini hari. Penyerangan dipicu atas informasi bohong atau hoax yang dihembuskan Prada MI. Prada MI mengaku dianiaya hingga mengalami luka-luka, padahal dirinya hanya mengalami kecelakaan tunggal.

50 Oknum TNI Jadi Tersangka dan Ditahan

Dodik menjelaskan hingga kini ada 81 personel TNI dari 34 kesatuan yang menjalani pemeriksaan.

"Yang sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan ditahan sebanyak 50 personel," kata Dodik.

Puspomad juga melakukan pendalaman kepada 3 personel. Sementara itu, ada juga anggota TNI yang dikembalikan ke satuannya.

"23 personel sementara dikembalikan ke kesatuannya karena murni hanya sebagai saksi," ungkap Dodik.

Prada Ilham Tenggak Anggur Merah

Sebelum mengalami kecelakaan tunggal, Prada MI diketahui menenggak minuman keras.

"Jadi tanggal 27 Agustus sekira pukul 18.00 WIB ini Prada MI melaksanakan kegiatan minum-minuman keras," ujar Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara.

Prada MI minum-minuman keras bersama dua rekannya. Dua rekannya berinisial ZH dan AN.

"Bersama 2 rekannya yaitu Serka ZH, Prada AN sebanyak 2 gelas ukuran Aqua gelas," sebut Kolonel Yogaswara.

Beli Anggur Merah Dekat Kantor

Prada Ilham membeli anggur merah di dekat kantornya, Direktorat Hukum AD.

"Yang diminum adalah anggur jenis Gold, anggur merah dengan beli di sekitar kantor Dirkumad," ujar Danpuspomad Letjen Dodik Wijanarko.

Prada Ilham meminum 2 gelas anggur merah. Keterangan ini dikuatkan oleh 2 saksi.

"Yang bersangkutan minum-minuman keras jenis anggur merah merek Gold. Dikuatkan oleh keterangan saksi atas nama Serka ZBH dan Prada AN pada saat bersama minum-minuman tersebut, tersangka Prada MI diketahui hanya minum sebanyak 2 gelas," ujar Dodik.

Mabuk-mabukan di Ruang Piket Dirkumad

Prada MI mabuk-mabukan di ruang piket Kantor Direktorat Hukum TNI AD (Ditkumad) yang berada di wilayah Ciracas.

"Jadi tanggal 27 Agustus sekira pukul 18.00 WIB ini Prada MI melaksanakan kegiatan minum minuman keras," ujar Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara.

Menurut Kolonel Yogaswara, Prada Ilham minum bersama dua rekannya, yakni Serka ZH dan Prada AN sebanyak 2 gelas ukuran gelas air mineral. Dalam slide yang ditampalkan Kolonel Yogaswara, diketahui minum-minum miras itu dilakukan di ruang piket kantor Dirkumad, yang merupakan satuan tempat Prada Ilham bekerja.

Usai minum-minum, Prada Ilham lalu pulang ke tempat tinggalnya yang berada di sekitar Cibubur melalui Arundina, tempat ia terjatuh. Dari CCTV yang diperiksa, Prada Ilham diketahui jatuh atau mengalami kecelakaan tunggal lantaran tak bisa mengendalikan sepeda motor yang dibawanya.

Sepeda motor yang dibawa Prada Ilham merupakan milik atasannya. Tak ingin atasannya tahu ia terjatuh dalam keadaan mabuk, Prada Ilham merekayasa dirinya telah dianiaya.

Bohong karena Takut Ketahuan Mabuk

Prada Ilham berbohong kepada teman-temannya karena takut ketahuan minum minuman keras sebelum terjadi kecelakaan.

"Ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum kecelakaan lalin tunggal yang bersangkutan minum-minuman keras jenis anggur merah merk Gold," ujar Danpuspomad Letjen Dodik Wijanarko di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Fakta tersebut dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi yang turut minum anggur bersama Prada Ilham. Dodik menyebut Prada Ilham minum lebih dari 1 gelas.

"Minum sebanyak 2 gelas," kata Dodik.

Selain itu, Prada Ilham merasa malu kepada pimpinannya terkait kecelakaan yang dialaminya karena pengaruh alkohol.

Kendarai Motor Atasan Tanpa SIM C

Danpuspomad Letjen Dodik Wijanarko mengungkapkan alasan kenapa Prada MI menyebarkan berita bohong sehingga memicu perusakan Polsek Ciracas.
Diketahui, Prada MI, sebelum penyerangan, berbohong mengatakan bahwa dirinya dikeroyok. Padahal, kenyataannya, Prada MI tidak dikeroyok, melainkan mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina.

Letjen Dodik mengatakan alasan dia berbohong adalah takut terhadap pimpinannya jika mengatakan yang sebenarnya. Sebab, motor yang dikendarainya adalah motor yang dipinjam dari pimpinannya.

"Sebelum kecelakaan lalu lintas tunggal disebabkan karena telah minum minuman keras jenis anggur merah merek Gold, dan takut merasa bersalah karena akibat kejadian tersebut sepeda motor jenis Honda Blade warna hitam nopol-B 3580-TZH yang dipinjamkan oleh pimpinannya mengalami rusak," kata Dodik.

Dodik juga mengatakan Prada MI takut diproses hukum karena mengendarai motor, padahal dirinya tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. SIM yang diperuntukkan khusus buat pengendara motor.

"Serta takut diproses hukum karena pada saat mengendarai sepeda motor tersebut tidak memiliki SIM C, dan tidak membawa STNK," ucapnya.

Meski begitu, Dodik menegaskan, Prada MI dinyatakan negatif narkoba. Prada MI juga saat ini ditahan di Denpom Jaya II Cijantung Pomda Jaya.

Tonton video '29 Personel TNI Jadi Tersangka dari Kasus Penyerangan Polsek Ciracas':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3