Anies Segera Putuskan Nasib Ganjil Genap DKI Saat PSBB Transisi

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 20:52 WIB
Suasana Jalan Gatot Subroto, di hari pertama pemberlakuan ganjil genap
Foto ilustrasi jalanan Ibu Kota. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku Pemprov DKI saat ini tengah membuat paket kebijakan untuk penanggulangan COVID-19. Dalam paket itu juga akan diumumkan mengenai keputusan ganjil-genap akan tetap berlaku atau tidak di masa pandemi virus Corona.

"Nanti akan diumumkan semuanya," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).

Anies mengatakan paket kebijakan itu nantinya akan meliputi berbagai sektor. Jadi, dapat mencakup semua hal.

Menurutnya, paket kebijakan itu akan diumumkan pada Rabu (9/9) mendatang. Pengumuman paket kebijakan itu dilakukan menjelang berakhirnya PSBB transisi.

"Kita sedang menyiapkan 1 paket kebijakan, jadi bukan masing-masing item. Tapi satu paket bersamaan dengan nanti berakhirnya siklus PSBB kita. Karena siklus PSBB kita akan berakhir tanggal 9 (September) dan saat itu kita akan sampaikan paket kebijakan untuk fase berikutnya," kata Anies.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkap adanya peningkatan penumpang transportasi umum imbas kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta. Doni pun meminta kebijakan itu dievaluasi.

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (3/9). Doni awalnya mengungkapkan pihaknya telah menggelar video conference dengan Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah kementerian/lembaga pada Minggu (31/8) lalu untuk membahas ganjil-genap.

"Didapatkan data bahwa setelah adanya kebijakan ganjil-genap untuk DKI terdapat peningkatan untuk transportasi kereta api sebesar 3,5 persen, dari rata-rata sekitar 400 ribu penumpang per hari," kata Doni.

Menurut Kepala BNPB ini, meski persentasenya kecil, peningkatan jumlah penumpang itu berpengaruh besar terhadap kerumunan di KRL yang berpotensi memunculkan penyebaran virus Corona. Selain itu, Doni mengungkapkan ada peningkatan jumlah penumpang TransJakarta.

Sementara itu, Dewi Nur Aisyah, anggota tim pakar Satgas COVID-19, menyebut ada sederet aktivitas yang perlu diwaspadai atau perhatian ekstra, mengingat risiko penularan Corona masih sangat mungkin terjadi.

(man/gbr)