Round-Up

Jejak Penyerangan Oknum TNI di Timur Jakarta yang Sudah Terlacak

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 06:47 WIB
Suasana pasca penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Sisa kerusakan di Polsek Ciracas usai terjadi penyerangan oleh sekitar 100 orang oknum TNI pada Sabtu (29/8) lalu (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Jejak penyerangan oknum TNI di Polsek Ciracas dan sekitarnya sudah terlacak. Penyelidikan yang dilakukan mengungkap soal rute perjalanan para oknum hingga motif penyerangan yang dilakukan.

Sabtu (29/8) dini hari, perjalanan rombongan oknum TNI bermula dari kawasan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Arundina jadi titik kumpul sekitar 100 orang oknum TNI yang terlibat dalam penyerangan di kawasan timur Jakarta ini.

Arundina juga diketahui jadi lokasi Prada Muhammad Ilham mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis (27/8). Insiden itu kemudian tertutup isu bahwa Prada Ilham dikeroyok di lokasi tersebut. Isu inilah yang kemudian memicu perusakan pada Sabtu (29/8).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, rombongan oknum TNI ini berkumpul sekitar pukul 01.00 WIB di Arundina. Di lokasi tersebut mereka melakukan perusakan.

"Awal pergerakan itu dari Arundina. Arundina itu lokasi jatuhnya si Prada MI. Di lokasi Arundina. Mereka berkumpul, ini berdasarkan, jadi mereka sudah merusak. Dari hasil rusak laporan itu, sejumlah 41, ada pelapor nomor 25, nomor 26, 27 ini di Arundina melaporkan kerusakan," kata Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara dalam jumpa pers di Puspomad, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020).

Arah perjalanan oknum TNI penyerang Polsek Ciracas dan sekitarnya. (Foto: Sachril/detikcom)Arah perjalanan oknum TNI penyerang Polsek Ciracas dan sekitarnya. (Foto: Sachril/detikcom)

Kemudian rombongan pelaku melakukan perjalanan di menuju Ciracas via Jalan Raya Bogor. Dia mengungkapkan, di perjalanan itu, para pelaku pun melakukan perusakan di Polsek Pasar Rebo sekitar pukul 01.13 WIB.

"Terus jalan terus bapak, ada pelapor nomor 2, dan 01 itu di 01.13," ujar Andrey.

Rombongan oknum TNI terus bergerak hingga tiba di Polsek Ciracas sekitar pukul 02.15 WIB. Andrey menerangkan, selama perjalanan oknum tersebut melakukan perusakan maupun penganiayaan terhadap anggota polisi dan warga sipil yang tak sengaja bertemu mereka.

"Yang sampaikan tadi, oleh rekan-rekan sekalian kenapa kejadian kok sama polisi, polisi. Tidak! Ini korbannya masyarakat sipil semua. Ini yang terakhir kami terima itu jam 20.00 tadi malem, pelipis di sini sobek, tertusuk kaca, dipukul oleh besi, tembus kaca, sampai sekarang masih dirawat. Dan itu nanti akan kami tindak lanjuti dengan Bapak Pangdam, juga rekan-rekan lainnya di posko, kami sampaikan ke satuan atas. Begitu juga ada bapak-bapak yang baru pulang dari bekerja, kemudian dikeluarkan dari mobilnya dipukuli. Kemudian ada juga anak-anak segala macam," ungkap Andrey.

Mereka lalu tiba di Polsek Ciracas. Dilaporkan setidaknya ada tiga anggota polisi terluka dalam peristiwa itu. Sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar oknum TNI tersebut.

Usai merusak Polsek Ciracas, rombongan pelaku bergerak menuju Cafe New Domas dan RM Tapian Nauli di kawasan Cipayung. Momen ini terungkap dari CCTV dan laporan masyarakat yang menjadi korban. Lewat CCTV juga kemudian oknum TNI yang terlibat teridentifikasi.

TNI jumpa pers soal penyerangan Polsek Ciracas (Foto: Sachril/detikcom)TNI jumpa pers soal penyerangan Polsek Ciracas (Foto: Sachril/detikcom)

"Dari situ kami bisa mengidentifikasi beberapa orang. Makanya tadi malam kami naikkan dari 22 tersangka, tambah 7 tersangka. Jadi total 29. Dan ini kemungkinan akan terus bertambah, total yang update pagi ini yang dijelaskan tadi 19 satuan, itu terus akan bertambah, berbagai macam satuan kami panggil apabila terkait dengan rombongan mereka," sambung Andrey.

Andrey mengungkapkan, rombongan pelaku kemudian berpisah di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah itu rombongan pelaku mulai terpisah namun tetap melakukan perusakan.