Pimpinan Komisi I DPR: Kesejahteraan TNI Butuh Atensi, Masih Jauh dari Layak

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 22:26 WIB
gedung MPR/DPR RI di Jalan Gatot
Soebroto, Senayan, Jakarta.
Ilustrasi Gedung DPR MPR (Lamhot Aritonang/detikcom)

Lebih lanjut, politikus Partai Gerindra itu meminta TNI lebih memprioritaskan kesejahteraan para prajurit, di samping melakukan modernisasi pada perlengkapan.

"Menurut saya, selain memodernisasi alat peralatan dan perlengkapan, TNI juga harus fokus dan juga memprioritaskan kesejahteraan prajurit-prajuritnya," ujar Bambang.

Sebelumnya, perihal kesejahteraan prajurit TNI diangkat dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan. Anggota Komisi I DPR, Sukamta, menilai kecemburuan prajurit TNI terkait kesejahteraan institusi lain kerap jadi pemicu keributan.

Sukamta awalnya berbicara soal keprihatinannya terhadap kesejahteraan prajurit TNI dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan, Rabu (2/9) kemarin. Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono menanggapi Sukamta dengan menyatakan dia pun menangis jika melihat kesejahteraan prajurit TNI.

"Karena ini rapat terbuka, saya tentu enggak bisa menjawab dengan secara terbuka, karena nanti menyangkut hal-hal yang sifatnya sensitif. Tapi saya setuju, saya pun menangis, Pak, sama seperti Bapak, begitu saya masuk ditugaskan Pak Presiden membantu Pak Prabowo," ujarnya.

Sukamta membandingkan kesejahteraan prajurit TNI dengan personel Polri. Menurut Sukamta, kesejahteraan prajurit TNI berada di bawah personel Polri. Dia lalu mengungkapkan tunjangan yang didapat prajurit TNI.

"Iya, selama ini, kesejahteraan Prajurit TNI masih memprihatinkan dan jauh dari standar layak," kata Sukamta kepada wartawan, Rabu (2/9).

"Perumahan yang biasanya sangat sederhana dan jumlahnya belum memenuhi, uang kompensasi tugas yang dengan standarnya masih harga 20 tahun yang lalu, sampai tunjangan kinerja yang belum cukup. Misalnya, uang lauk-pauk Rp 32 ribu per hari per keluarga, untuk prajurit yang ditugaskan ke daerah jauh atau di kapal beberapa bulan, Rp 14 ribu per hari," papar Sukamta.

Halaman

(azr/maa)