Komisi I F-PKB soal Kesejahteraan TNI-Polri: Terlihat Memang Ada Kesenjangan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 20:29 WIB
Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, turut berbicara mengenai kesejahteraan TNI-Polri. Dia melihat memang ada kesenjangan kesejahteraan antara TNI-Polri yang kerap menjadi pemicu persoalan di antara keduanya.

"Saya sih berpendapat seperti itu sejak awal bahwa ada kejadian-kejadian antara polisi dan tentara ini lebih pada akar masalahnya, substansinya itu pada kesenjangan pada kecemburuan," kata Karding saat dihubungi pada Kamis (3/9/2020).

Menurut Karding, anggota TNI beranggapan memiliki tugas dan proses pelatihan yang sama dengan aparat di kepolisian. Namun kesejahteraan di antara dua instansi itu tampak berbeda.

"Jadi kan... mereka berpikirnya begini, 'sama-sama aparat negara kami sama-sama latihannya sama, waktu latihannya sama, waktu sekolahnya sama', tetapi pangkat sama di jajaran masing-masing tetapi kesejahteraan mereka terlihat oleh mata itu memang senjang," tutur Karding.

Karding mengatakan kesejahteraan di lingkungan TNI harus diperbaiki. Sebab, menurutnya, hal itu yang menjadi masalah utama persoalan yang terjadi antara TNI dan Polri.

"Oleh karena itu, suka tidak suka, mau tidak mau kita harus memperbaiki kesejahteraan daripada teman kita yang ada di TNI tersebut. Itu akar masalah utamanya," ujar Karding.

Kader PKB ini menilai jika TNI mendapatkan kesejahteraan yang setara dengan Polri, maka persoalan di antara dua instansi tersebut memiliki peluang kecil untuk terjadi.

"Kalau sama-sama sejahtera antara TNI dan tentara kemungkinan kejadian seperti ini tuh tidak mudah terjadi atau mungkin kecil kemungkinan terjadi," ujar Karding.

Sebelumnya, perihal kesejahteraan prajurit TNI diangkat dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan. Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai kecemburuan prajurit TNI terkait kesejahteraan institusi lain kerap jadi pemicu keributan.

Sukamta awalnya bicara soal keprihatinannya terhadap kesejahteraan prajurit TNI dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan, Rabu (2/9) kemarin. Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono menanggapi Sukamta dengan menyatakan dia pun menangis jika melihat kesejahteraan prajurit TNI.

"Karena ini rapat terbuka, saya tentu enggak bisa menjawab dengan secara terbuka, karena nanti menyangkut hal-hal yang sifatnya sensitif. Tapi saya setuju, saya pun menangis, Pak, sama seperti Bapak, begitu saya masuk ditugaskan Pak Presiden membantu Pak Prabowo," ujarnya.

(hel/maa)