9 Fakta Geger Pesta Gay di Kuningan Jaksel 

ADVERTISEMENT

Round-Up

9 Fakta Geger Pesta Gay di Kuningan Jaksel 

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 06:02 WIB
Polda Metro Jaya merilis kasus pesta gay di apartemen di Jaksel (Yogi Ernes/detikcom)
Foto: Polda Metro Jaya merilis kasus pesta gay di apartemen di Jaksel (Yogi Ernes/detikcom)

Grup Tersendiri di Medsos

Komunitas lelaki pencinta sesama jenis ini menggunakan aplikasi chatting dan memiliki grup di media sosial (medsos) sebagai sarana komunikasi.

"Mereka punya grup WA (WhatsApp). Mereka namakan grup mereka Hot Space. Di WA ada 150 orang. ini mulai berdiri Februari 2018. Di Instagram juga ada sekitar 80 di dalam Instagramnya. Itu komunitasnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (2/9/2020).

Dress Code Masker Merah Putih

Komunitas tersebut mengajak anggotanya menggelar pesta seks dengan modus kumpul pemuda merayakan kemerdekaan. Mereka juga meminta para peserta menggunakan masker berwarna merah putih sebagai dress code.

"Kegiatan ini dilakukan undangan melalui medsos yang ada untuk mengadakan pesta satu bulan sebelumnya, diinfokan lewat WA dan Instagram. Yang berminat, tanggal 28 malam. Namanya kumpul-kumpul pemuda, dia bikin meme itu, 'Kumpul-kumpul Pemuda Rayakan Kemerdekaan," ujarnya.

"Peserta pakai dress code dengan menggunakan masker merah-putih," tambah Yusri.

1 Penyelenggara Idap HIV

Satu di antara sembilan orang penyelenggara pesta gay dinyatakan positif mengidap HIV. Namun polisi tidak menyebutkan identitas dari yang bersangkutan.

"Di antara 9 penyelenggara ini memang ada satu yang terkena HIV. Tapi saya nggak bisa sebutkan di sini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2020).

Yusri mengatakan saat ini polisi berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan tes kesehatan. Yusri menyebut polisi akan melakukan pemeriksaan kesehatan ke semua yang hadir dalam acara itu.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak kesehatan untuk bisa mengecek lagi sembilan dan 47 yang sementara kita jadikan saksi karena kita akan memanggil lagi untuk melakukan pemeriksaan. Nanti kami akan berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk memeriksa semuanya," katanya.


(aan/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT