Round-Up

9 Fakta Geger Pesta Gay di Kuningan Jaksel 

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 06:02 WIB
Polda Metro Jaya merilis kasus pesta gay di apartemen di Jaksel (Yogi Ernes/detikcom)
Foto: Polda Metro Jaya merilis kasus pesta gay di apartemen di Jaksel (Yogi Ernes/detikcom)

Kondom-Tissue Magic Disita

Sejumlah barang bukti dari pesta gay tersebut telah diamankan terpampang.

Barang bukti yang disita polisi di antaranya kondom yang sudah dipakai, krim lulur, tissue magic,157 gelang member, hingga sejumlah obat perangsang.

'Permainan' Antarpeserta

Pihak kepolisian mengungkap ada sejumlah 'permainan' yang dilakukan antar-peserta. Berdasarkan pantauan barang bukti, terlihat ada sejumlah properti game yang digunakan dalam pesta gay tersebut.

"Di dalam mereka menggunakan permainan game-game yang mereka lakukan, banyak game yang dilakukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat konfrensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

Yusri mengatakan permainan tersebut dimainkan oleh sekitar 56 peserta. Permainan dalam pesta sex itu, sebutnya, dipelajari dari negara lainnya.

"Memang acara ini dikhususkan untuk adanya satu permainan yang dia belajar dari suatu negara, dengan peserta hampir 50 orang di situ dilakukan permainan game," ucapnya.

Yusri pun menyebut para peserta tengah melakukan permainan ini ketika pihaknya melakukan penggerebekan pada Selasa (1/9) sekira pukul 00.30 WIB. Setelahnya para peserta pesta gay ini pun dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Dilakukan permainan game, sampai dengan jam 12.30 malam kita lakukan penggerebekan," ujarnya.

Penyelenggara Terancam 15 Tahun Bui

Pihak penyelenggara pesta gay terancam 15 tahun penjara.

"Pasal yang disangkakan di sini adalah pasal 296 KUHP dan atau pasal 33 junto pasal 7 di UU nomor 44 tahun 2008," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

"Ini ancamannya cukup beragam, di pasal 36 ini 10 tahun penjara, kemudian di pasal 33 junto pasal 7 Undang-Undang 4 ini ancamannya sekitar 15 tahun, kemudian 296 KUHP ancamannya 1 tahun penjara," imbuhnya.